Bandung, UPI

Komitmen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dalam membentuk generasi yang peduli lingkungan direalisasikan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Tim PkM dari Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UPI, menggelar pendampingan di SMAN 1 Parongpong untuk memperkuat peran perpustakaan sekolah sekaligus mendorong budaya zero waste serta literasi iklim pada Generasi Z.

Program PkM yang diketuai oleh Angga Hadiapurwa beranggotakan Rudi Susilana, Linda Setiawati, Retno Ayu Hardiyanti, dan Ardiansah. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Perencanaan UPI, Prof. Dr. Rudi Susilana, M.Si.

Dalam sambutannya, Prof. Rudi mengapresiasi kebersihan lingkungan SMAN 1 Parongpong. “Ketika saya berjalan dari parkiran ke kelas, saya tidak melihat sampah. Itu merupakan hal yang luar biasa. Saya jadi penasaran ke mana sampahnya dibuang,” ulasnya.

Menjawab hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMAN 1 Parongpong, Imas Rohimah, S.Pd., menjelaskan bahwa kebersihan lingkungan sekolah terjaga berkat kebiasaan yang ditanamkan kepada para siswa. “Murid dibiasakan untuk membawa pulang sampah dan memilahnya di rumah masing-masing. Itu merupakan salah satu upaya sekolah untuk meningkatkan literasi ekologi para murid,” terang Imas.

Sebanyak 50 siswa dari berbagai organisasi ekstrakurikuler hadir sebagai pionir dan penggerak awal program. Para siswa dilatih berpikir kritis mengenai kondisi lingkungan sekitar melalui forum diskusi.

Anggota tim PkM sekaligus perwakilan GreenMetrics UPI, Retno Ayu Hardiyanti, M.Pd., menekankan pentingnya pemilahan sampah. Ia memberikan penekanan khusus terkait penerapan zero waste di sekolah agar berlanjut secara benar di tempat tinggal. “Jangan sampai budaya zero waste di sekolah malah menjadi masalah baru di rumah karena sampahnya dibawa pulang,” imbau Retno.

Menanggapi imbauan tersebut, para siswa menyampaikan bahwa ketiadaan tempat sampah di area sekolah justru menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk tidak membuang sampah sembarangan. Sebagian siswa bahkan mengaku telah memilah sampah secara mandiri di rumah. Sikap ini menjadi indikator positif atas perubahan pola pikir dan respons kritis siswa terhadap kelestarian lingkungan.

Melalui PkM ini, UPI sebagai universitas dengan karakter pendidikan yang kuat mengambil peran melalui SDGs 4, yakni Quality Education. Dengan memperkuat peran perpustakaan sekolah dan pendampingan kepada siswa, kegiatan ini berupaya membentuk kemampuan berpikir kritis siswa terhadap perubahan lingkungan di sekitarnya. Hal itu juga sejalan dengan SDGs 13, yakni Climate Action yang secara jelas mengedepankan aksi menjaga lingkungan. Peran perpustakaan sekolah dan siswa menjadi penggerak untuk mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran di sekolah. Selain itu, SDGs 12 mengenai Responsible Consumption and Production juga menjadi salah satu hal yang dituju melalui penguatan program Zero Waste yang telah dilaksanakan oleh SMAN 1 Parongpong.

Ketua Tim PkM, Angga Hadiapurwa, menegaskan bahwa wilayah Parongpong memiliki potensi besar untuk meningkatkan aksi penghijauan berkelanjutan dengan melibatkan generasi muda secara aktif. “Sebagai calon pemimpin masa depan, Gen-Z haruslah aware tentang literasi lingkungan,” pungkas Angga. (Red/Hap)