
Sumedang, UPI — Mahasiswa Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Sumedang mengaktifkan kembali Posyandu Remaja (Posrem) di Desa Jambu, Kecamatan Conggeang, pada Minggu (2/11/2025). Kegiatan yang berlangsung di GOR Desa Jambu pukul 09.00 WIB ini menjadi langkah awal upaya pencegahan stunting melalui edukasi dan layanan kesehatan dasar bagi remaja.
Pada pelaksanaannya, mahasiswa P2MB memilih pengurus Posrem sebagai bagian dari pembentukan struktur organisasi dan keberlanjutan program. Mahasiswa juga memberikan penyuluhan mengenai stunting dan gizi remaja yang disampaikan dengan bahasa sederhana untuk memudahkan pemahaman peserta.
Bidan Desa Jambu, Wiwin Rosita, Amd.Keb, mengapresiasi pengaktifan kembali layanan tersebut.
“Pengaktifan posyandu remaja ini sangat bagus, apalagi untuk mencegah stunting sedini mungkin. Jika remajanya sudah diedukasi, kemungkinan melahirkan generasi stunting akan lebih kecil,” ujarnya.
Posyandu Remaja merupakan layanan kesehatan berbasis masyarakat yang menyediakan edukasi kesehatan komprehensif dan pengembangan keterampilan hidup sehat bagi remaja usia 10–22 tahun. Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan, edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan NAPZA, HIV/AIDS, hingga isu bullying. Posrem juga membentuk Kader Kesehatan Remaja (KKR) sebagai agen perubahan di lingkungan desa.

Setelah sesi penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan tinggi dan berat badan, tes kebugaran ringan, dan konsultasi individu bagi remaja yang membutuhkan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan mendapatkan respons positif dari peserta.
Mahasiswa P2MB UPI menegaskan bahwa aktivasi Posrem menjadi bagian dari strategi mendukung visi “Zero Stunting” di Desa Jambu. Program ini melibatkan remaja sebagai kader pelaksana serta mendapatkan dukungan dari orang tua, tokoh masyarakat, Karang Taruna, dan tenaga kesehatan desa. (RK)
Kontributor KKIPP : Kampus UPI di Sumedang/ Ayuni Fitria & Refalina Febriani

