
Bandung, UPI
Unit Kegiatan Mahasiswa Komunitas Mahasiswa Penggemar Otomasi dan Robotika Universitas Pendidikan Indonesia (UKM KOMPOR UPI) sukses menyelenggarakan rangkaian Advance Training XIX. Pelatihan intensif ini diikuti oleh 19 Anggota Muda Angkatan 19 sebagai tahapan krusial dan syarat utama menuju pelantikan Anggota Biasa.
Dimulai sejak 21 Februari lalu, program kaderisasi berkelanjutan ini dirancang berbasis kemandirian tinggi, di mana seluruh jalannya kegiatan dikelola secara fleksibel dan bertanggung jawab oleh para Anggota Muda. Pelatihan ini ditujukan untuk membentuk kesiapan mental, organisasional, serta kompetensi teknis para peserta.
Pelaksanaan program ini mendapat dukungan penuh dari Direktorat Kemahasiswaan UPI melalui penyediaan fasilitas, pendampingan, hingga alokasi pendanaan riset. Guna mengoptimalkan potensi mahasiswa di masa depan, diharapkan dukungan tersebut berlanjut pada pembaruan serta renovasi fasilitas Sekretariat dan Laboratorium UKM KOMPOR UPI untuk menunjang riset, pembuatan prototype, dan persiapan kompetisi.
Selama berbulan-bulan, para peserta dibekali materi umum (Keorganisasian, Manajemen Kegiatan, Media Publikasi, dan Karya Tulis Ilmiah) serta materi khusus (bidang hardware, software, dan mekanik) yang disampaikan oleh alumni dan Anggota Biasa secara hybrid.
Sebagai puncak pelatihan dan bentuk penilaian komprehensif, para Anggota Muda ditantang terjun langsung berkompetisi di tingkat nasional pada ajang Kontes Robot Indonesia (KRI), khususnya divisi Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) serta Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) untuk kategori Vertical Take-Off and Landing (VTOL) dan Long Endurance Low Altitude (LELA).
Keberhasilan meloloskan tim ke tingkat nasional ini menjadi bukti nyata efektivitas pelatihan dalam mengasah keterampilan mahasiswa sekaligus mengharumkan nama universitas. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis praktik, serta Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dalam mendorong inovasi teknologi robotika.
Ketua UKM KOMPOR UPI menyampaikan apresiasinya atas dedikasi para peserta selama mengikuti rangkaian pelatihan.
“Advance Training XIX adalah kawah candradimuka untuk membentuk mentalitas tangguh. Keterlibatan langsung Anggota Muda di tingkat nasional membuktikan kita tidak hanya belajar teori, tetapi siap mengharumkan nama UPI,” tegasnya.

Perjuangan kontingen robotika UPI di tingkat nasional juga mendapat pendampingan dan dukungan moral langsung dari Perwakilan Pimpinan Kemahasiswaan UPI, Dr. Dadi Rusdiana, M.Si., saat mendampingi tim berjuang di Jember.
Melalui kombinasi pelatihan intensif dan pengalaman kompetisi nasional, 19 Anggota Muda Angkatan 19 diharapkan tumbuh menjadi kader berkarakter yang unggul secara hardskill maupun softskill, serta siap memperkuat tradisi prestasi robotika UPI di masa mendatang. (DN)

