Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjadi tuan rumah The 16th International Conference on Special Education in the Southeast Asia Region (ICSAR) 2026, Kamis (8/10/2026). Konferensi yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Khusus, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UPI tersebut berlangsung secara hybrid di Auditorium Gedung Pascasarjana Baru Lantai 7, Kampus UPI, Jalan Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Sistem Informasi UPI, Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd., yang hadir mewakili Rektor UPI. ICSAR ke-16 mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan khusus dari Indonesia, kawasan Asia, hingga Eropa untuk berbagi perkembangan riset dan praktik pendidikan khusus.

Ketua Pelaksana ICSAR 2026 yang juga Sekretaris Program Studi Pendidikan Khusus FIP UPI, Dr. Yoga Budhi Santoso, M.Pd., mengatakan konferensi tersebut merupakan forum tahunan untuk mempertemukan perguruan tinggi dalam berbagi perkembangan penelitian pendidikan khusus di kawasan Asia Tenggara dan Asia.

“Intinya sebenarnya kita ingin agar kampus-kampus Asia Tenggara ini bisa berkumpul, berbagi ide berkaitan dengan perkembangan riset mereka,” kata Yoga.

ICSAR 2026 menghadirkan enam keynote speaker, yakni Prof. Dr. Endang Rochyadi, M.Pd. dari UPI, Dr. Kama Bin Shaffeci dari Universiti Pendidikan Sultan Idris, Malaysia, Prof. Ryoichiro Iwanaga dari Nagasaki University, Jepang, Prof. Liu Xinxue, Ph.D. dari Nanjing Normal University, China, Ukai Saito, M.Ed. dari TASUC Corp., Jepang, serta Dr. Wan Zakaria Wan Abu Bakar dari Bizarq, Malaysia.

Selain itu, enam invited speaker turut hadir dari sejumlah perguruan tinggi dan institusi di Jepang, Malaysia, serta Hongaria. Mereka adalah Associate Professor Dr. Manisah b. Mohd Ali dari INTI University, Malaysia; Prof. Shoko Miyamoto dari University of Tsukuba, Jepang; Assoc. Prof. Anikó Sándor dan Dr. Csilla Cserti-Szauer dari ELTE University, Hongaria; Prof. Masataka Kizuka dari Kyoto Prefectural University of Medicine, Jepang; serta Prof. Keiichi Yasu, Ph.D. dari National University Corporation Tsukuba University of Technology, Jepang.

Kehadiran pembicara dari berbagai negara tersebut menunjukkan perkembangan ICSAR yang tidak lagi terbatas pada kawasan Asia Tenggara. Yoga menyebut forum tersebut kini berkembang menjadi jejaring “Asia plus”, dengan keterlibatan negara seperti Jepang, China, dan Hongaria.

Menurut Yoga, peserta konferensi tahun ini juga berasal dari sejumlah negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Jepang, China, Hongaria, dan Arab Saudi. Pertemuan tersebut diarahkan untuk memperluas pertukaran pengetahuan sekaligus membuka peluang kerja sama akademik antarperguruan tinggi.

Selain sesi konferensi, rangkaian ICSAR 2026 dilanjutkan dengan workshop yang memberikan kesempatan kepada peserta Indonesia dan luar negeri untuk belajar secara langsung bersama para ahli. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjadikan pertukaran pengetahuan lebih aplikatif.

Yoga mengatakan ICSAR juga diarahkan untuk memperluas jejaring internasional UPI dalam bidang pendidikan khusus. Ia menyebut telah terdapat undangan agar kegiatan serupa dapat berlanjut di Nanjing, China, pada tahun berikutnya.

“Yang kedua adalah kita ingin selalu menjalin kerja sama lebih banyak lagi dengan kampus-kampus di luar negara agar ke depan pendidikan khusus, UPI khususnya, juga semakin dikenal dari internasional,” ujarnya. (RK/RI)