Merancang dan Mengembangkan Pengajaran Bahasa Jepang di LPK dan SO di Seluruh Indonesia

Bandung, UPI
Pada bulan Juli 2024, Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang (PSPBJ) Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Pendidikan Indonesia (FPBS UPI) sukses melaksanakan dua sesi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berfokus pada Strategi Pengajaran Bahasa Jepang untuk Pengajar di LPK dan SO di seluruh Indonesia. Acara ini diselenggarakan secara daring dan dihadiri hampir 200 orang pengajar bahasa Jepang dari berbagai lembaga pelatihan kerja (LPK) dan sekolah formal (SO). Pada artikel kali ini kami laporkan kegiatan di sesi 1 terlebih dahulu.
Sesi pertama dilaksanakan pada 6 Juli 2024 dengan ketua pelaksana Ibu Dr. Susi Widianti, M.Pd., M.A. Webinar ini bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai perencanaan dan pengembangan pengajaran bahasa Jepang. Narasumber yang hadir meliputi Dr. Juju Juangsih, M.Pd., membahas tentang Merancang Pengajaran Bahasa Jepang, Drs. Aep Saeful Bachri, M.Pd., membahas tentang Pengajaran Bahasa Jepang Bisnis, dan Dr. Susi Widianti, M.Pd., M.A., membahas tentang Pengajaran Budaya Komunikasi di Jepang. Moderator dalam sesi ini adalah Ibu Dewi Kusrini, M.Pd., M.A.
Dalam sambutannya, Kaprodi PSPBJ UPI, Ibu Prof. Nuria Haristiani, M.Ed., Ph.D., menyatakan bahwa maraknya berdirinya LPK dan SO di Indonesia memerlukan upaya peningkatan kualitas pengajaran agar pendidikan bahasa Jepang dapat berjalan secara optimal. Dekan FPBS UPI, Ibu Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd., yang membuka acara ini, berharap webinar ini mampu menjadi solusi bagi tantangan yang dihadapi dalam dunia pendidikan bahasa Jepang.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Juju Juangsih, M.Pd., menyampaikan materi tentang strategi merancang Rencana Pembelajaran (RPP) yang efektif. Beliau menekankan bahwa komponen-komponen seperti lembaga, pemelajar, pengajar, bahan ajar, dan metode evaluasi merupakan aspek penting yang harus diperhatikan dalam penyusunan RPP. Keuntungan membuat RPP juga dijelaskan, berdasarkan pandangan Kawaguchi (2005), termasuk memberikan panduan yang jelas dalam mengelola kelas dan memudahkan pengajaran.
Sementara itu, Drs. Aep Saeful Bachri, M.Pd., membahas strategi pengajaran Bahasa Jepang bisnis untuk level N5 hingga N3. Beliau menyoroti pentingnya mempelajari ungkapan-ungkapan bisnis seperti 挨拶表現 (Aisatsu Hyougen), 依頼表現 (Irai Hyougen), dan お詫び表現 (Owabi Hyougen) dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi dunia kerja.
Kemudian, Dr. Susi Widianti, M.Pd., M.A., membahas Pentingnya Pembelajaran Budaya dalam Pengajaran Bahasa Jepang. Beliau menjelaskan bahwa pembelajaran bahasa dan budaya adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Dalam pemaparannya, beliau menggunakan ilustrasi gunung es budaya (八代, 2001) untuk menunjukkan bahwa budaya yang terlihat seperti seni, musik, atau bahasa hanyalah puncak dari gunung es. Sementara itu, aspek budaya yang tidak terlihat, seperti nilai-nilai, etika, pola komunikasi, dan tata cara, memainkan peran besar dalam interaksi lintas budaya. Pemahaman terhadap aspek tersembunyi ini sangat penting untuk meminimalkan konflik dan meningkatkan kemampuan beradaptasi peserta didik di lingkungan masyarakat Jepang.
Selama acara berlangsung, di chat box kami banyak menerima pertanyaan dari para peserta. Dan kepada mereka yang beruntung juga, kami berikan buku yang berisi tulisan dari para alumni PSPBJ UPI terkait bahasa dan budaya Jepang.
Terima kasih kepada semua peserta kegiatan webinar di sesi 1 yang telah menghadiri kegiatan kami. Semoga kedepannya ilmu yang didapat bisa diaplikasikan dalam pengajaran bahasa Jepang di LPK dan SO di tempat Bapak Ibu mengajar.
Bagi yang tidak sempat mengikuti acara webinar kami, Anda dapat menyimaknya di channel Youtube Prodi Pendidikan Bahasa Jepang UPI melalui tautan berikut : https://youtu.be/pr4PFEcJXic?si=rWxz-_UbLgKj_bXz
Dewi Kusrini, M.Pd.,M.A (Panitia PKM PSPBJ FPBS UPI 2024, Staf Dosen PSPBJ FPBS UPI)



