
Bandung, UPI
Sebanyak 4 orang dosen dari Prodi Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang terdiri atas Prof. Dr. Anne Hafina, M.Pd., Prof. Dr. H. Nandang Rusmana, M.Pd., Prof. Dr. Ilfiandra, M.Pd., dan Dr. Ibrahim Al Hakim, M.Pd., menginisiasi untuk menggelar Pelatihan Bimbingan Akademik College Study Skills Bagi Dosen Pembimbing Akademik Mahasiswa S1. Workshop ini merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Bidang Ilmu. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keterampilan Dosen Pembimbing Akademik (PA) dalam membimbing mahasiswa S1 melalui penerapan model APPLE (Assess, Plan, Prepare, Lead, Evaluate). Kegiatan berlangsung selama 3 hari di ruang Kajian Ethnopedagogik FIP UPI lantai 10, Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Rabu (13/8/2025).

Menurut Dekan FIP Dr. Nandang Budiman, M,Si., dalam sebuah wawancara menegaskan bahwa tujuan digelarnya workshop keterampilan belajar bagi pembimbing akademik adalah untuk meningkatkan kapasitas atau kemampuan dosen PA dalam melakukan bimbingan akademik, khususnya dalam melakukan bimbingan tentang bagaimana cara mengajar di perguruan tinggi, sehingga diharapkan nanti para mahasiswa baru khususnya, betul-betul bisa adjustif atau menyesuaikan dengan melakukan pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan perguruan tinggi.
“Jadi mereka sebagai peserta ini telah dilatih strategi belajar di perguruan tinggi. Mereka, para dosen pembimbing akademik tersebut akan melatihkan lagi kemampuannya kepada mahasiswa yang dibimbingnya, lalu nanti kita cek seperti apa cara belajar mahasiswanya tersebut dan tentunya ujungnya sukses belajar di perguruan tinggi,” jelasnya.
Untuk tahap awal, lanjutnya, target pertama adalah setiap prodi minimal bisa menghasilkan 3 dosen yang paham betul, mengerti dan mempunyai komitmen untuk mengimplementasikan bimbingan belajar ini. Setelah itu, targetnya mereka harus memberikan pelatihan di prodi masing-masing agar semua dosen bisa memahami dan melaksanakan bimbingan belajar kepada mahasiswa secara efektif dan efisien.
Dikatakan lebih lanjut,”Saya sangat berharap virus tentang bagaimana bimbingan belajar yang efektif ini, bisa betul-betul menjalar ke semua dosen, sehingga semua dosen mempunyai kompetensi untuk membimbing mahasiswa dengan baik dan benar.”
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPI Prof. Dr. Ida Hamidah, M.Si., menegaskan hal serupa. Dikatakannya,”Ya tentunya workshop keterampilan belajar bagi pembimbing akademik sangatlah mendesak untuk diselenggarakan. Mahasiswa di era keterbukaan informasi publik sekarang ini kan digempur dengan berbagai informasi terutama melalui media internet yang tidak semua informasinya benar, dan disinilah peran pembimbing untuk mengembangkan keterampilan belajar siswa selama 4-7 tahun di masa studinya.”
Mahasiswa sangat memerlukan pembimbingan, lanjutnya, karena tantangannya lebih berat, sehingga pembimbing akademik memang harus betul-betul membekalkan keterampilan pada mahasiswanya.
“Bapak Ibu Pembimbing Akademik harus benar-benar mampu menerapkan keterampilan belajar tersebut, karena tanpa bimbingan dari PA, dikhawatirkan mahasiswanya salah arah, karena kita tahu mahasiswa dengan cara berfikirnya sendiri, tanpa pembimbingan, bisa mendapatkan ide-ide yang agak nyeleneh,” ujarnya.
PA membimbing dimulai dari cara memperoleh informasi, lalu memprosesnya, dan kemudian mengaplikasikannya, sehingga mahasiswa bimbingannya mampu menghadapi kehidupan yang nyata, bukan hanya di dunia kerja tapi juga di masyarakatnya. (dodiangga/ratih)

