Garut, UPI

Dalam rangka mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bersama dengan Program Studi Psikologi UPI telah menggelar sebuah pelatihan di Kabupaten Garut pada Kamis (10/7/2025).

Pelatihan yang bertajuk “Emotional Literacy Support Assistant (ELSA) untuk Mendampingi Pemulihan Sosioemosi Anak Korban Bullying Melalui Strategi Deep Learning pada Guru SD di Kabupaten Garut” ini dirancang untuk membekali guru-guru sekolah dasar dalam menangani dan mendukung pemulihan sosioemosional anak-anak yang menjadi korban perundungan.

Pelatihan ini urgen karena tingginya kasus perundungan di lingkungan pendidikan. Data Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) 2023 mencatat 30 kasus perundungan, 30% di antaranya terjadi di tingkat SD, menunjukkan kerentanan anak usia sekolah dasar. Dampak perundungan sangat parah, tidak hanya psikologis tapi juga fisik fatal, seperti kasus di Sukabumi dan Blitar yang berujung kematian, serta kasus kekerasan fisik dan pelecehan seksual di Garut, yang menyoroti kompleksitas isu ini.

Peningkatan kasus perundungan anak menjadi perhatian serius Program Studi Psikologi UPI, sejalan dengan misi universitas untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan menjamin hak anak sesuai UU No. 35 Tahun 2014. Perundungan memiliki dampak jangka panjang yang serius pada korban, seperti gangguan psikis, penurunan fungsi sosial, serta hambatan pendidikan dan relasi. Oleh karena itu, strategi pencegahan dan penanganan berbasis psikologi sangat krusial bagi institusi pendidikan.

Pelatihan ELSA ini menjadi bagian integral dari sebuah program PkM besar yang diselenggarakan FIP UPI bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, dengan tema umum “Transformasi Pendidikan melalui Inovasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Berbasis Teknologi dan Inklusivitas”. Kegiatan PkM berskala luas ini akan dilaksanakan secara hybrid, menggabungkan sesi daring dan luring, untuk menjangkau peserta secara maksimal. Total target peserta adalah kurang lebih 850 orang, yang terdiri dari orang tua, guru, dan tenaga kependidikan dari berbagai jenjang, mulai dari Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah (SLB, SMP, SMA, dan PKBM). Para peserta akan dibagi menjadi 28 kelompok dan akan mengikuti serangkaian sesi pelatihan intensif selama 34 Jam Pelajaran (JP).

Melalui pelatihan ELSA ini, diharapkan para guru akan dibekali dengan pemahaman mendalam tentang dampak perundungan dan strategi deep learning untuk mendampingi pemulihan sosioemosional anak-anak. Keterampilan ini akan memungkinkan guru untuk menjadi bagian aktif dari sistem pendukung yang efektif bagi siswa, serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Inisiatif kolaboratif ini mencerminkan komitmen FIP dan Psikologi UPI dalam memajukan pendidikan yang holistik dan inklusif, demi masa depan anak-anak Indonesia yang lebih cerah dan terlindungi.