Bandung, UPI

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk berkolaborasi dengan Program Studi Teknik Komputer Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Cibiru meluncurkan “Program Penguatan Kompetensi SMK melalui Pelatihan dan Hibah Kit Internet of Things (IoT) & Robotika”. Program ini menyasar 16 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Indramayu dan Sukabumi guna memangkas kesenjangan keterampilan digital siswa vokasi dengan kebutuhan industri.

Di bawah supervisi Direktur UPI Kampus Cibiru, Prof. Dr. Karim Suryadi, M.Si., program pengabdian masyarakat ini menyasar masing-masing 8 SMK di Indramayu dan 8 SMK di Sukabumi. Setiap sekolah mengirimkan satu guru pendamping dan dua siswa untuk mengikuti rangkaian pembekalan teknologi terapan.

Direktur UPI Kampus Cibiru, Prof. Dr. Karim Suryadi, M.Si., mengapresiasi sinergi antara BUMN dan perguruan tinggi ini dalam mendukung pengembangan kualitas pendidikan daerah.

“Program ini merupakan wujud nyata komitmen perguruan tinggi dalam memperkuat pengabdian masyarakat dan mendorong pengembangan pendidikan vokasi di daerah,” ujar Karim.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelatihan intensif (workshop) tatap muka yang digelar pada 11–14 Agustus 2026 di MM Entertainment untuk wilayah Indramayu, serta 26–29 Agustus 2026 di SMK Al-Madani untuk wilayah Sukabumi.

Setelah workshop, sebanyak 13 tim peserta memasuki masa pengerjaan proyek mandiri selama satu bulan dengan pendampingan bimbingan teknis (bimtek) secara daring. Tahapan evaluasi dan unjuk karya (pitching) dijadwalkan berlangsung secara bertahap pada 23 September dan 7 Oktober, hingga bermuara pada Pitching 2 serentak pada 21 Oktober 2026.

Seluruh alur pembelajaran didampingi secara intensif oleh Tim Ahli Prodi Teknik Komputer UPI Cibiru yang terdiri dari Muhammad Taufik Dwi Putra, M.T.I., Anugrah Adiwilaga, M.T., dan Dr. Eng. Munawir, M.T. Tim akademisi ini bertindak sebagai pemateri, mentor teknis, hingga dewan juri pada sesi unjuk gagasan.

Guna memastikan keberlanjutan pembelajaran di sekolah, PT Telkom menyalurkan hibah berupa perangkat Kit IoT dan Robotika kepada seluruh sekolah penerima manfaat. Melalui bantuan ini, siswa dapat mempraktikkan langsung perakitan, pemrograman, hingga pemecahan masalah teknis secara mandiri.

Selain meningkatkan kesiapan kerja lulusan SMK, kolaborasi strategis ini turut mendukung empat pilar Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). (DN)