Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengajak para alumni dan orang tua wisudawan untuk berpartisipasi dalam penguatan Dana Abadi UPI sebagai upaya mendukung keberlanjutan pendidikan tinggi sekaligus memperluas akses bantuan bagi mahasiswa yang menghadapi kendala ekonomi. Ajakan tersebut disampaikan Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., pada Upacara Wisuda Gelombang III Tahun 2026 yang digelar di Gedung Gymnasium Kampus Utama UPI, Jalan Dr. Setiabudi Nomor 229 Bandung, Selasa (21/7/2026).

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada kualitas akademik, tetapi juga memerlukan dukungan pembiayaan yang berkelanjutan. Salah satu instrumen yang dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan tersebut adalah Dana Abadi UPI.

Menurut Prof. Didi, saat ini Dana Abadi UPI masih perlu terus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh sivitas akademika, khususnya mahasiswa yang mengalami kesulitan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) akibat berbagai kondisi yang tidak terduga.

“Saya mengajak baik para alumni maupun orang tua wisudawan untuk turut mendukung penguatan Dana Abadi UPI yang saat ini jumlahnya masih terbatas. Hasil pemanfaatan dari dana abadi di antaranya dapat digunakan untuk membantu mahasiswa yang kesulitan membayar UKT karena berbagai alasan, namun dana pokoknya akan tetap lestari,” ujar Prof. Didi.

Rektor menjelaskan, berbeda dengan bantuan yang bersifat konsumtif, Dana Abadi dikelola sebagai dana yang pokoknya tetap dipertahankan, sedangkan hasil pengembangannya dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kebutuhan strategis universitas. Melalui mekanisme tersebut, manfaat dana dapat terus dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi mahasiswa berikutnya.

Selain memiliki fungsi sebagai instrumen pembiayaan pendidikan, Prof. Didi memandang Dana Abadi sebagai bentuk investasi sosial jangka panjang yang memberikan manfaat lintas generasi. Ia mengaitkan semangat berbagi tersebut dengan nilai-nilai keagamaan mengenai pentingnya amal jariyah yang manfaatnya terus mengalir.

Dalam kesempatan tersebut, UPI juga memperkenalkan mekanisme donasi yang lebih mudah melalui kode QR (QR Code) yang disediakan di lokasi wisuda. Melalui fasilitas tersebut, alumni, orang tua, maupun keluarga wisudawan dapat menyalurkan kontribusi secara langsung ke rekening Dana Abadi UPI.

“Karena dukungan dan kepedulian seluruh keluarga besar UPI, termasuk para orang tua wisudawan dan para alumni, sangat penting bagi keberlanjutan dan kemajuan universitas, kami telah menyiapkan sarana agar Bapak dan Ibu lebih mudah berkontribusi melalui barcode sumbangan Dana Abadi. Berapa pun besar sumbangannya tidak menjadi persoalan, yang terpenting adalah keikhlasan,” katanya.

Ajakan tersebut disampaikan di hadapan 999 lulusan yang diwisuda pada Gelombang III Tahun 2026, terdiri atas lulusan Diploma, Profesi, Sarjana, Magister, dan Doktor dari berbagai fakultas, Sekolah Pascasarjana, serta Kampus UPI di Daerah. Momentum wisuda dinilai menjadi saat yang tepat untuk memperkuat keterlibatan alumni sebagai bagian dari keluarga besar universitas dalam mendukung keberlanjutan pendidikan tinggi.

Ke depan, UPI berharap penguatan Dana Abadi dapat menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kemandirian pendanaan universitas. Dengan dukungan alumni, orang tua, dan seluruh sivitas akademika, Dana Abadi diharapkan mampu memperluas akses pendidikan, membantu mahasiswa yang membutuhkan, serta menjaga keberlanjutan berbagai program strategis universitas bagi generasi mendatang. (RK/RI/DN)