Bandung, UPI — Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) secara resmi membuka Seminar Nasional Ekonomi Kerakyatan sebagai Implementasi Asta Cita dan Nilai Filosofi Pancasila di Gedung Achmad Sanusi UPI, Jumat (26/9). Seminar ini dihadiri oleh H. Setiawan Ichlas, Utusan Khusus Presiden RI Bidang Ekonomi dan Perbankan; Bertindak sebagai pembicara utama antara lain, Menteri Koperasi RI, Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si; Ustadz Dr. Adi Hidayat, Ph.D., serta Guru Besar UPI, Prof. Dr. H. Eeng Ahman, M.S.

Selain dihadiri oleh Civitas Akademik UPI, Seminar Ekonomi Kerakyatan ini pun dihadiri oleh sejumlah tamu kehormatan, antara lain Utusan Khusus Presiden RI Bidang Ekonomi dan Perbankan, Menteri Koperasi Republi Indonesia, Dr. Ferry Juliantono; Ketua Majelis Wali Amanat UPI, Komjen. Pol (Purn) Drs. Nanan Soekarna; unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Pangdam III/Siliwangi dan Kapolda Jabar), serta perwakilan 14 perguruan tinggi di Bandung.

Dalam sambutannya, Rektor UPI menegaskan bahwa tema seminar memiliki makna strategis bagi arah pembangunan bangsa. “Ekonomi kerakyatan merupakan salah satu fondasi utama visi pembangunan Indonesia ke depan, sejalan dengan Asta Cita yang menekankan kemandirian bangsa, keadilan sosial, dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai tersebut selaras dengan Pancasila yang menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan utama. Karena itu, UPI sebagai lembaga pendidikan tinggi merasa memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi.

“Seminar ini menjadi ruang strategis bagi akademisi, praktisi, pemerintah, dan masyarakat untuk menemukan ide-ide segar sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mengimplementasikan ekonomi kerakyatan,” katanya.

Seminar nasional ini menghadirkan sejumlah pembicara utama, yakni Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Perbankan H. Setiawan Ichlas; Menteri Koperasi Republik Indonesia Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si.; Dr. Adi Hidayat, Ph.D.; serta Guru Besar UPI Prof. Dr. H. Eeng Ahman, M.S.

Dalam kesempatan yang sama Rektor UPI juga menyinggung tantangan global yang dihadapi Indonesia, mulai dari disrupsi teknologi, ketidakpastian ekonomi, hingga dinamika geopolitik. Menurutnya, ekonomi kerakyatan hadir sebagai jawaban untuk memperkuat daya tahan bangsa.

Rektor berharap seminar nasional ini dapat menggali gagasan tentang penerjemahan Asta Cita ke dalam langkah nyata pembangunan, penerapan nilai Pancasila dalam praktik ekonomi yang inklusif, serta penguatan riset dan inovasi universitas untuk mendukung perekonomian rakyat.

“Saya yakin seminar ini akan melahirkan rekomendasi penting, bukan hanya untuk dunia akademik, tetapi juga bagi pembuat kebijakan dan pelaku usaha,” ujarnya.

RK (26/9)