Bandung, UPI

Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menyelenggarakan Seminar Internasional PJKR untuk keenam kalinya dengan menghadirkan berbagai inovasi yang membedakannya dari penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya. Seminar tahunan ini tidak hanya menjadi agenda rutin akademik, tetapi juga menjadi wadah berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pengembangan kolaborasi internasional di bidang pendidikan jasmani yang dilaksanakan di Auditorium JICA FPMIPA Jl. Dr. Setiabudi No. 229 Bandung, Jawa Barat. Rabu (22/7/2026)

Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., menjelaskan bahwa penyelenggaraan seminar tahun ini dirancang lebih komprehensif melalui keterlibatan para pakar dari dalam maupun luar negeri. Selain menghadirkan narasumber dari lingkungan UPI, seminar juga melibatkan akademisi dari Nippon Sport Science University Jepang dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia.

“Seminar ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Tahun ini terdapat sejumlah inovasi dengan menghadirkan berbagai tenaga ahli, baik dari internal maupun eksternal, sehingga peserta memperoleh informasi, pengalaman, dan pengetahuan baru melalui seminar, diskusi, hingga praktik,” ujarnya.

Menurut Rektor, seminar tersebut juga membuka ruang partisipasi yang lebih luas dengan mengundang peserta dari berbagai institusi, tidak hanya sivitas akademika UPI tetapi juga masyarakat dan praktisi dari luar kampus. Hal ini diharapkan mampu memperkaya perspektif dalam pengembangan pendidikan jasmani di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Didi menegaskan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan global, yakni bagaimana pendidikan jasmani berperan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan yang berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan.

Ia menilai pendidikan jasmani memiliki kontribusi strategis dalam membangun kualitas hidup manusia. Selain meningkatkan kebugaran fisik, pendidikan jasmani juga menjadi sarana pembentukan karakter, seperti disiplin, empati, sportivitas, kejujuran, serta tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut menjadi pondasi penting dalam membentuk generasi yang sehat sekaligus berintegritas.

Lebih lanjut, Rektor menjelaskan bahwa pendidikan jasmani memiliki posisi yang sangat penting dalam sistem pendidikan karena menyasar anak-anak yang sedang berada pada masa pertumbuhan fisik maupun perkembangan karakter. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang kreatif, inovatif, serta didukung pendekatan yang penuh kepedulian agar proses pendidikan mampu memberikan dampak optimal terhadap perkembangan peserta didik.

Menurutnya, metode pembelajaran pendidikan jasmani memiliki karakteristik tersendiri dibandingkan bidang ilmu lainnya. Kreativitas guru, penggunaan metode yang tepat, serta pendekatan humanis menjadi faktor penting dalam menghasilkan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Didi juga menyampaikan perkembangan Universitas Pendidikan Indonesia di tingkat internasional. Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan pemeringkatan dunia menurut bidang ilmu pendidikan (ranking by subject), UPI saat ini berada pada peringkat ke-137 dunia. Capaian tersebut menjadi indikator positif sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas institusi.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa UPI masih memiliki berbagai pekerjaan rumah untuk memperkuat daya saing global. Strategi peningkatan kinerja telah dimiliki, namun keberhasilannya sangat bergantung pada kekompakan, koordinasi, kolaborasi, serta komitmen seluruh sivitas akademika dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

“Yang terpenting adalah seluruh unsur di UPI memiliki komitmen bersama untuk memajukan institusi dengan menjalankan tugas dan fungsi secara sungguh-sungguh dalam kehidupan akademik sehari-hari,” pungkasnya. (RI)