
Bandung, UPI
Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) resmi menjadi tuan rumah gelaran bergengsi CANA International Academic Series 2026. Forum dialog akademik ini menyoroti pengembangan Paradigma Neurohumanistik dan gagasan CANA (Collaborative Activation for Nurturing Awareness) dalam dunia pendidikan.
Acara yang berlangsung di Auditorium FIP UPI pada Jumat (13/3/2026) ini mempertemukan para pakar lintas disiplin dari UPI dan Universitas Negeri Malang (UM). Fokus utama diskusi adalah bagaimana mengintegrasikan neurosains dengan dimensi kemanusiaan guna menciptakan proses belajar yang lebih utuh dan inklusif.
Dialog akademik ini dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., didampingi oleh Dekan FIP UPI, Prof. Dr. Hj. Aan Komariah, M.Pd. Dalam sambutannya, Prof. Aan Komariah menekankan bahwa forum ilmiah ini sangat krusial untuk memperkaya cara pandang pendidik di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Senada dengan hal tersebut, Prof. Hariyono menyebut kolaborasi antara UM dan UPI sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan inklusif di Indonesia melalui pendekatan neurosains.
Dua guru besar UPI, Prof. Dr. Syihabuddin, M.Pd. dan Prof. Dr. Endang Rochyadi, M.Pd., memberikan pengantar akademik yang mendalam. Prof. Syihabuddin menjelaskan bahwa CANA hadir sebagai kerangka berpikir untuk memahami proses belajar manusia secara menyeluruh, bukan sekadar metode pembelajaran baru.
“Gagasan CANA lahir dari refleksi terhadap persoalan pendidikan saat ini. Kami ingin membangun kesadaran dalam proses pendidikan agar lebih manusiawi,” ujar Prof. Syihabuddin.
Sementara itu, Prof. Endang Rochyadi menyoroti pentingnya regulasi emosi dalam belajar. Ia menegaskan bahwa kondisi emosional peserta didik adalah kunci keberhasilan pembelajaran, yang sangat berkaitan erat dengan prinsip pendidikan inklusif dalam menghargai keberagaman.

Diskusi semakin tajam dengan kehadiran narasumber ahli seperti Dr. Ranti Novianti (UM), Dr. Muhammad Zein Permana (UPI), Dr. Jatmika Nurhadi (UPI), dr. Dennada Bagus Putra Perdana (UM), dan Dr. Yoga Budhi Santos (UPI). Para pakar membedah manusia dari berbagai sudut pandang, mulai dari psikologi, neurolinguistik, hingga kesehatan mental.
Kegiatan ini merupakan pembuka dari rangkaian panjang CANA International Academic Series 2026. Ke depannya, kolaborasi ini akan berlanjut dalam bentuk webinar internasional, kuliah umum, hingga program pelatihan bagi praktisi pendidikan.
Melalui forum ini, UPI dan UM berharap dapat menciptakan ruang dialog yang reflektif demi mewujudkan pendidikan Indonesia yang lebih inklusif, sadar, dan memanusiakan manusia. (Salma Nadiyah/DN)

