
Bandung, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan dan pelestarian budaya Nusantara melalui gelaran Teater “Bidadari Laut Selatan”, melalui Balai Bahasa dan kerja sama erat dengan International Students Association (ISA) serta Direktorat Urusan Internasional (DIA) yang membuktikan bahwa pembelajaran bahasa bisa menjelma menjadi pengalaman emosional dan artistik.
Acara yang dilaksanakan selama dua hari (20-21 Mei) di Gedung Amphiteater UPI, ini menjadi bagian dari agenda tahunan UPI dalam mempertemukan pendidikan, budaya, dan jejaring global dalam satu panggung ekspresif. Program ini bukan sekadar tentang menguasai kosakata atau tata bahasa, melainkan soal bagaimana bahasa menjadi alat untuk memahami manusia dan budayanya.


Dalam sambutannya, Dr. Rer. Nat. Nandi, S.Pd., M.T., M.Sc., selaku Direktur Direktorat Urusan Internasional, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif ISA dan Balai Bahasa dalam menyelenggarakan pementasan ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan semacam ini merepresentasikan nilai-nilai inklusivitas, kolaborasi, dan semangat globalisasi yang terus dikembangkan oleh UPI.
“saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Dr. Ika Lestari sebagai Kepala Balai Bahasa yang sudah bekerja keras untuk bisa mewujudkan yang selama ini memang secara turun-temurun dari tahun-ketahun selalu menampilkan yang terbaik untuk teman-teman semua,” ujarnya.
“bentuk apresiasi kita kepada para pemain, para penggelar budaya Jawa Barat budaya Sunda, mengenalkan budaya itu tidak mudah tetapi melalui media, bahasa, semuanya menjadi indah. Oleh karena itu selamat menikmati gelaran Bidadari Laut Selatan,” tambahnya.
Sementara itu, sambutan dari Balai Bahasa UPI, yang disampaikan oleh Dadang Hidayat, M.Pd., selaku Kepala Administrasi dan Sumber Daya, menyoroti pentingnya cerita lokal sebagai warisan budaya yang harus terus dikenalkan, bahkan hingga ke ranah internasional. Melalui program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA), Balai Bahasa terus mengangkat cerita-cerita rakyat dari berbagai daerah sebagai bahan ajar sekaligus media diplomasi budaya.
“semoga pertunjukan ini menjadi simbol indahnya harmoni budaya dan perkaya pemahaman kita akan cerita nusantara. kami berharap dapat membangkitkan khasanya sastra dan budaya Indonesia dapat menghidupkan kembali memori kolektif akan kekayaan budaya serta merefleksikan pentingnya menjaga warisan tersebut,” jelasnya.
UPI sebagai institusi pendidikan tinggi terus memperkuat diplomasi budaya berbasis kampus dengan menjadikan mahasiswa asing sebagai agen promosi budaya Indonesia. Ke depan, pertunjukan semacam ini diharapkan dapat terus digelar secara berkelanjutan dan lebih luas, bahkan hingga tingkat nasional dan internasional. (CS)

