Bekasi, 11 September 2025 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). TIM AMEA (Alliance of Mechanical, Electrical, and Agriculture) dari Program Studi Pendidikan Teknik Mesin berhasil meraih juara ketiga dalam ajang bergengsi Kompetensi Inovasi Teknologi Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi pada 10–11 September 2025.

Tim yang dibimbing langsung oleh Qori Zulia Rahma, M.T. ini menampilkan karya inovatif berupa “Mesin Roaster Kopi Berbasis Internet of Things (IoT)”. Inovasi tersebut mendapat apresiasi tinggi karena mampu menggabungkan teknologi otomasi dengan kebutuhan industri pascapanen kopi yang tengah berkembang di Indonesia. Mesin ini dirancang untuk membantu petani kopi melakukan proses penyangraian biji secara lebih efisien dan terukur. Melalui sensor suhu dan sistem kendali berbasis internet, proses sangrai dapat dipantau secara real time melalui perangkat digital, sehingga kualitas hasil sangrai lebih konsisten dan mampu meningkatkan daya saing produk kopi di kalangan petani maupun UMKM.

Kolaborasi yang dilakukan TIM AMEA menunjukkan pentingnya sinergi lintas disiplin ilmu. Tim ini terdiri dari mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin, Teknik Elektro, serta pertanian, yakni:

  1. Giyan Heriansyah – Pendidikan Teknik Mesin (PTM)
  2. Bayu Prasetyo – Pendidikan Teknik Mesin (PTM)
  3. Danishwara Ardyansyach Riyadi – Teknik Elektro (TE)
  4. Muhammad Zaki Alghifari – Pendidikan Teknik Mesin (PTM)
  5. Muhamad Husen – Teknik Elektro (TE)
  6. Faris Setyawan Ramadhan – Pendidikan Teknik Mesin (PTM)
  7. Abu Dzar Ash Shiddiqie – Pendidikan Teknik Mesin (PTM)

Keterpaduan keahlian mereka berhasil melahirkan inovasi yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Kompetisi yang diikuti puluhan tim mahasiswa dan inovator dari berbagai daerah di Indonesia ini menuntut para peserta untuk mempresentasikan sekaligus mendemonstrasikan karya cipta di hadapan dewan juri yang terdiri dari akademisi, praktisi industri, dan pakar teknologi. TIM AMEA tampil percaya diri dengan membawa konsep, desain, hingga demo langsung mesin roaster kopi yang telah mereka kembangkan. Penilaian mencakup aspek kreativitas, kebermanfaatan, tingkat inovasi, serta potensi implementasi di lapangan.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Indonesia memiliki kapasitas besar untuk bersaing dalam bidang inovasi teknologi. Qori Zulia Rahma, M.T., selaku dosen pembimbing menyampaikan rasa bangga dan harapannya agar karya ini terus dikembangkan hingga benar-benar dapat diterapkan oleh petani kopi Indonesia. Setelah sukses di kompetisi ini, TIM AMEA berencana melanjutkan pengembangan mesin roaster dengan meningkatkan efisiensi energi, memperbaiki desain mekanik, serta mengintegrasikan sistem kontrol yang lebih cerdas. Mereka juga membuka peluang kerja sama dengan industri maupun lembaga penelitian untuk mendorong hilirisasi teknologi, agar inovasi ini tidak hanya berhenti pada kompetisi, tetapi dapat memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Prestasi TIM AMEA di Kompetensi Inovasi Teknologi Nasional 2025 menjadi kebanggaan tersendiri bagi Program Studi Pendidikan Teknik Mesin UPI. Inovasi ini sekaligus membuktikan bahwa dengan semangat kolaborasi lintas disiplin, generasi muda Indonesia mampu menghadirkan karya kreatif dan inovatif yang berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Kontributor: Qori Zulia Rahma