
Suwon, UPI
Kabar membanggakan datang dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Tim mahasiswa UPI yang menamakan diri “Schodigeng” berhasil meraih Grand Award, penghargaan tertinggi dalam ajang 19th International Mathematical Science & Creativity Competition (IMSCC) yang digelar di Gyeonggido Business & Science Accelerator (GBSA) Headquarters, Suwon, Korea Selatan. Sabtu, (18/10).
Tim Schodigeng terdiri atas Muhammad Hafizh Muliakoswara, S.Pd., Azzahra Salsabila, Khairunnisah, dan Diki Firmansyah, yang berkompetisi di kategori Capstone Design—sebuah ajang yang menantang peserta untuk mengembangkan solusi inovatif berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) terhadap permasalahan nyata di masyarakat.
Dalam kompetisi tersebut, tim Schodigeng menampilkan proyek inovatif yang memadukan prinsip sains dan rekayasa dengan pendekatan kreatif, menunjukkan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, serta problem solving tingkat tinggi. Inovasi mereka berhasil menarik perhatian dewan juri internasional dan dinilai unggul dari segi kreativitas, dampak sosial, serta relevansi terhadap isu global.
Keberhasilan ini tidak lepas dari bimbingan intensif Irma Rahma Suwarma, Ph.D., dosen sekaligus Kepala Pusat Unggulan STEM Education Creativity di UPI. Melalui arahan dan pendampingan beliau, para mahasiswa tidak hanya diasah dari sisi teknis dan akademik, tetapi juga diberi ruang untuk mengembangkan nilai kolaborasi, komunikasi, dan empati sosial dalam setiap tahapan proyek mereka.

Kegiatan pembinaan tim Schodigeng menjadi bagian dari program “berdampak” yang dijalankan UPI melalui Pusat Unggulan STEM Education Creativity. “Program ini berfokus pada pemberdayaan mahasiswa agar mampu mengintegrasikan pengetahuan lintas disiplin dan menciptakan inovasi yang dapat diterapkan secara nyata di lapangan. Keberhasilan Schodigeng membuktikan efektivitas program ini dalam menumbuhkan generasi muda yang inovatif, adaptif, dan solutif”, ucap Irma Rahma.
Ditegaskan Irma capaian prestasi internasional ini mempertegas komitmen UPI dalam “Transforming Education Through Creativity and Collaboration”, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi bangsa.
“UPI berencana memperluas dukungan terhadap kegiatan mahasiswa berbasis riset dan inovasi, melalui kolaborasi lintas prodi dan kemitraan dengan lembaga pendidikan serta industri.” ujarnya.
Lebih jauh, kemenangan tim Schodigeng juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) dan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation and Infrastructure). Melalui karya mereka, mahasiswa UPI membuktikan bahwa pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam mendorong inovasi sosial dan teknologi yang berorientasi pada keberlanjutan. (DN)

