Bandung, 20 Juni 2025

Tim peneliti dari perguruan tinggi menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Model Belajar Masyarakat Adat Berbasis Kewirausahaan Ekologis dalam Pemanfaatan Kawasan Adat Sunda yang Berkelanjutan” pada hari Jumat, 20 Juni 2025, bertempat di Balai Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Desa Laksana, Bapak H. Uu Budiman, yang dalam sambutannya menyatakan dukungan penuh terhadap penelitian ini sebagai upaya memperkuat pelestarian budaya Sunda sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan berbasis kearifan lokal. Turut hadir dalam pembukaan, Ketua Tim Peneliti, Prof. Dr. Suwatno, yang menjelaskan bahwa fokus utama dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi praktik belajar masyarakat adat yang selaras dengan prinsip kewirausahaan ekologis.

Dalam sesi FGD, tim peneliti melakukan eksplorasi mendalam terhadap program “Kampung Sunda” yang menjadi bagian dari inisiatif pengembangan desa berbasis budaya dan lingkungan di Desa Laksana. Diskusi berlangsung aktif dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan perangkat desa. Adapun tim peneliti yang terlibat dalam diskusi ini antara lain Prof. Dr. Nani Sutarni, M.Pd., Dr. Purnomo, M.Pd. dan Mohamad Hadi Ali Mutamam, M.Pd.

Sementara dari pihak desa, FGD dihadiri oleh Ketua BPD Desa Laksana, Ketua LPMD, Ketua Desa Wisata, Kepala Dusun, dan aparat desa lainnya. Para peserta memberikan pandangan dan masukan terkait praktik pelestarian budaya adat, potensi kewirausahaan berbasis ekologi, serta tantangan yang dihadapi dalam menjaga kelestarian kawasan adat Sunda di tengah perubahan zaman.

Hasil dari FGD ini akan menjadi bahan penting dalam penyusunan model pembelajaran masyarakat yang adaptif terhadap perubahan namun tetap berakar pada nilai-nilai lokal. Model tersebut diharapkan dapat diaplikasikan secara luas dalam pengembangan desa-desa adat lain di Indonesia, khususnya dalam konteks pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat adat.