
Bandung, UPI
Tim dosen dan mahasiswa Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan kegiatan penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang fokus pada pemberdayaan perempuan desa melalui pemanfaatan limbah. Kegiatan ini digelar di Desa Ciparay, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, pada 18–19 Oktober 2025.
Program ini bertujuan untuk mengurangi volume limbah rumah tangga yang tidak terkelola, khususnya cangkang telur, sekaligus menciptakan peluang ekonomi sirkular baru bagi ibu-ibu PKK Desa Ciparay.
Kegiatan PkM ini diketuai oleh Dr. Fahmi Jahidah Islamy SMB., MM., dengan anggota dosen Dr. Tutik Inayati, MSM., Abi Sopyan Febrianto, S.E., M.M., dan Rika Nurrizkiana, S.E., M.S.Ak., CSRS, CSRA, serta lima mahasiswa FPEB. Kolaborasi multidisiplin ini menjadi sarana transfer ilmu dan praktik pemberdayaan yang berkelanjutan.
“Pelaksanaan kegiatan ini berangkat dari permasalahan meningkatnya volume limbah rumah tangga, termasuk cangkang telur, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal,” jelas Dr. Fahmi.
Melalui pelatihan aplikatif, tim UPI membekali ibu-ibu PKK untuk memproduksi dan mengomersialisasikan produk ramah lingkungan yang bernilai jual. Program ini secara khusus mengajarkan pengolahan limbah cangkang telur menjadi bubuk, yang kemudian diolah menjadi produk inovasi bernama ShéllScrub. ShéllScrub adalah pembersih alami berbahan cangkang telur yang diklaim dapat berfungsi sebagai penyaring air dan agen pembersih.
Selain pelatihan teknis pembuatan produk, para peserta juga dibekali keterampilan penting dalam pemasaran digital. Peserta diajarkan cara memanfaatkan marketplace dan penggunaan QRIS untuk mendukung promosi dan transaksi usaha mikro mereka.
Kegiatan ini secara eksplisit mendukung agenda pembangunan global (SDGs), yaitu SDG 5 (Kesetaraan Gender) melalui pemberdayaan perempuan sebagai pelaku usaha, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan kapasitas wirausaha masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi ibu-ibu Desa Ciparay. Harapannya ibu-ibu bukan hanya mampu memproduksi ShéllScrub, tetapi juga mampu mengelola usaha kecil secara mandiri menggunakan pendekatan ramah lingkungan dan teknologi pemasaran digital,” ujar Hilda Rahmi Putri, salah satu anggota tim mahasiswa PkM.
Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan Kepala Desa dan Ketua PKK Desa Ciparay ini ditutup dengan penyerahan barang hibah. UPI berharap program ini menjadi langkah strategis dalam menghubungkan tridharma perguruan tinggi untuk mewujudkan ekonomi sirkular, meningkatkan kesejahteraan rumah tangga, dan mengurangi beban limbah organik secara berkelanjutan. (DN)

