Bandung, 24 Juli 2025

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menerima kunjungan resmi dari INTI International University & Colleges, Malaysia, dalam rangka menjajaki berbagai peluang kerja sama di bidang pendidikan, riset, serta mobilitas akademik internasional. Pertemuan berlangsung di Gedung Pendidikan Profesi Guru Universitas Pendidikan Indonesia (PPG UPI), Kampus Bumi Siliwangi, Bandung.

Agenda utama dalam kunjungan ini adalah membahas kolaborasi strategis jangka panjang antara kedua institusi, yang menjadi bagian dari upaya UPI dalam memperluas jejaring internasional dan memperkuat posisi strategisnya di kancah global.

Delegasi dari INTI International University dihadiri oleh Prof. Dr. Goh Khang Wen selaku Pro Vice Chancellor for Global Engagement, didampingi oleh Chen Si Ying selaku Assistant Director of the International Relations and Collaboration Centre.

Sementara itu, pihak Universitas Pendidikan Indonesia dihadiri oleh:

  • Dr. rer. nat. Nandi, S.Pd., M.T., M.Sc. selaku Direktur Direktorat Urusan Internasional
  • Arif Hidayat, M.Si., Ph.D.Ed. selaku Kepala Divisi Kerja Sama Internasional dan Peningkatan Universitas
  • Heri Puspito Diyah Setiyorini, M.M., Ph.D. selaku Kepala Divisi Pengembangan Program Internasional

Dalam pemaparannya, pihak INTI menjelaskan profil kelembagaan, sejarah, visi dan misi, hingga pengembangan program internasional universitas. INTI berada di bawah naungan Hope Education Group, yang memiliki jaringan pendidikan global di berbagai negara, termasuk Thailand, Tiongkok, Hungaria, Polandia, Filipina, dan Indonesia. INTI juga memiliki beberapa kampus yang tersebar di Malaysia, yaitu:

  1. Pulau Pinang
  2. Subang, Selangor
  3. Nilai, Negeri Sembilan
  4. Kota Kinabalu, Sabah

INTI memiliki lima fakultas utama dan sejumlah pusat pengembangan pendidikan, yaitu:

  • Faculty of Business and Communications (FBC)
  • Faculty of Data Science and Information Technology (FDSIT)
  • Faculty of Education and Liberal Arts (FELA)
  • Faculty of Engineering and Quantity Surveying (FEQS)
  • Faculty of Health and Life Sciences (FHLS)
  • INTI Health Management School
  • Centre for Postgraduate Studies
  • Centre for Continuing Learning

Program-program yang ditawarkan dimulai dari pendidikan formal di berbagai jenjang, pelatihan profesional, hingga program pengembangan berkelanjutan. INTI juga menekankan pentingnya pendidikan berbasis keberlanjutan melalui inisiatif kampus hijau (green campus) dan pengembangan energi terbarukan.

Dalam diskusi yang berlangsung, INTI menyampaikan berbagai peluang kolaborasi yang terbuka bagi UPI, meliputi:

  1. Program pertukaran mahasiswa (student mobility/programme)
  2. Program studi singkat atau customized study tour berdasarkan bidang keilmuan mahasiswa
  3. Program pertukaran dosen (teaching exchange programme) dan visiting scholar
  4. Pelatihan pengajar secara offline maupun online (teacher training)
  5. Kolaborasi program akademik dalam bentuk franchise maupun dual awards
  6. Undangan pada forum akademik dan simposium internasional secara daring
  7. Kerja sama riset bersama (joint research)

INTI juga menyampaikan bahwa mereka menjadi universitas nomor satu dalam penerimaan mahasiswa pertukaran masuk (inbound exchange students) pada tahun 2024, yang mencerminkan kekuatan dan daya tarik program internasional mereka.

Terkait program pertukaran mahasiswa, pihak INTI menyatakan kesiapan untuk menerima mahasiswa UPI dalam program satu semester. Mahasiswa yang mengikuti program ini akan difasilitasi secara kelembagaan. Harapannya, mahasiswa UPI yang telah memili paspor tertarik mengikuti kegiatan dan siap memproses visa pelajar, tiket pesawat, serta kebutuhan pribadi selama berada di Malaysia.

Dr. rer. nat. Nandi menyambut baik peluang kolaborasi tersebut dan menyampaikan bahwa UPI sejauh ini kerja sama mobilitas internasional umumnya difokuskan pada mahasiswa pada program jenjang sarjana (S1). Namun, jika memungkinkan, UPI akan membuka peluang untuk memperluas kolaborasi tersebut hingga jenjang pascasarjana (S2) bersama INTI International University.

Heri Puspito Diyah Setiyorini menambahkan bahwa potensi kolaborasi dapat diperluas dalam berbagai bentuk seperti pengembangan kurikulum bersama, bantuan partisipasi dalam konferensi internasional, penunjukan adjunct professor, penyelenggaraan inbound summer program, outbound summer exchange, short course, hingga Educational Leaders Visiting Scholar (ELVS). Selain itu, pelatihan tematik dan riset kolaboratif juga dinilai mampu meningkatkan kualitas akademik kedua belah pihak secara global.

Sebagai informasi, Universitas Pendidikan Indonesia saat ini merupakan perguruan tinggi terdepan di Indonesia dalam bidang pendidikan dan menempati peringkat dunia 251–300. UPI memiliki lebih dari 150 kerja sama internasional aktif dengan mitra utama dari Jepang dan Korea Selatan, serta terus memperluas kolaborasi dengan Tiongkok, Eropa, Timur Tengah, dan Asia Tenggara. Saat ini, mahasiswa internasional terbanyak di UPI berasal dari Uzbekistan dan Tiongkok.

UPI memiliki 9 fakultas, yaitu:

  1. Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP)
  2. Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS)
  3. Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS)
  4. Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA)
  5. Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI)
  6. Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK)
  7. Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB)
  8. Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD)
  9. Fakultas Kedokteran (FK)

Selain itu, UPI memiliki Sekolah Pascasarjana (SPs) dan 5 kampus daerah yang tersebar di Cibiru, Purwakarta, Tasikmalaya, Sumedang, dan Serang. Program studi di UPI tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga mencakup program-program non-kependidikan. Dalam bidang publikasi, UPI telah menerbitkan jurnal ilmiah dari tingkat SINTA 1–6, serta jurnal internasional bereputasi dari Q1 hingga Q3.

Ke depannya, UPI dan INTI akan melanjutkan diskusi lebih lanjut guna merancang bentuk kerja sama yang lebih konkret, meliputi pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan kurikulum bersama, pelatihan internasional, serta riset kolaboratif yang berdampak secara akademik dan sosial. Dengan kekuatan akademik, semangat kolaboratif, dan visi internasional yang dimiliki oleh kedua universitas, diharapkan kerja sama ini akan berkembang secara strategis dan memberi manfaat nyata bagi kemajuan pendidikan global. (Inayah Alawiyyah/Fathan Sofwan Apip)