
Jakarta, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Direktorat Inovasi, Hilirisasi, dan Science Techno Park (DIHSTP) mempertegas komitmennya dalam komersialisasi riset dengan berpartisipasi pada ajang Forum Bisnis Paten Indonesia (FBPI) 2026. Ajang nasional yang digelar oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum RI ini berlangsung pada 3–5 November 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.
Mengusung tema “Paten Penggerak Ekonomi Kerakyatan”, forum ini mempertemukan para inventor, perguruan tinggi, lembaga penelitian, serta pelaku industri dan investor untuk mempercepat hilirisasi paten dalam negeri.
Salah satu inovasi unggulan UPI yang memikat perhatian pengunjung forum bisnis tersebut adalah Sagara Buoy, teknologi kelautan cerdas yang dikembangkan oleh Willdan Aprizal Arifin, S.Pd., M.Kom., dosen Program Studi Sistem Informasi Kelautan UPI Kampus Serang.
Sagara Buoy dirancang untuk mendukung pemantauan kondisi perairan secara presisi dan terintegrasi. Perangkat pelampung ini dilengkapi sistem sensor khusus yang mengumpulkan parameter kondisi laut secara real-time, lalu mengisinya ke server dan dashboard pemantauan memanfaatkan konektivitas Internet of Things (IoT).
Pengembang inovasi Sagara Buoy, Willdan Aprizal Arifin, menjelaskan bahwa keunggulan utama teknologi ini terletak pada integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk prediksi keselamatan maritim.
“Sagara Buoy mengintegrasikan perangkat keras, sensor, konektivitas IoT, hingga sistem visualisasi data dalam satu ekosistem. Data yang terkumpul diolah menggunakan teknologi AI dengan pendekatan Long Short-Term Memory (LSTM) untuk memprediksi tinggi gelombang laut secara akurat,” terang Willdan Aprizal Arifin.
Willdan menambahkan bahwa hasil pengolahan data tersebut memiliki spektrum pemanfaatan yang luas bagi pemangku kepentingan di sektor kemaritiman.
“Data ini tidak hanya bermanfaat untuk navigasi dan keselamatan pelayaran, tetapi juga sangat krusial bagi pemantauan pesisir, riset kelautan, mitigasi bencana maritim, hingga mendukung produktivitas sektor perikanan,” tambah Willdan.
Kehadiran Sagara Buoy dalam ajang FBPI 2026 memperluas peluang kemitraan antara UPI dan dunia industri. Selain memamerkan Sagara Buoy, DIHSTP UPI juga mengikuti sesi business pitching untuk produk Skin Analyzer, yang semakin menegaskan kapasitas UPI dalam menghasilkan inovasi berbasis riset lintas disiplin yang siap diserap pasar nasional. (Andri/DN)

