Bekasi, UPI

Program Studi Pendidikan Khusus Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar pelatihan peningkatan kapasitas guru PAUD dalam mengelola pendidikan inklusif di TK Rumah Putik, Bekasi, pada 27–28 Juli 2026.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pendidikan dan Pembelajaran Inklusif di PAUD” ini berfokus pada penerapan evidence-based assessment (asesmen berbasis bukti) sebagai dasar penyusunan intervensi dini (early intervention) bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Langkah ini menjadi krusial mengingat kondisi riil di lapangan. Berdasarkan analisis kebutuhan mitra, dari sekitar 50 peserta didik di TK Rumah Putik, sebanyak 30 persen di antaranya merupakan anak berkebutuhan khusus. Fakta ini menegaskan betapa mendesaknya kehadiran sistem dan metode pendidikan inklusif yang terstruktur di tingkat PAUD.

“Guru PAUD berada di barisan terdepan dalam mendeteksi kebutuhan perkembangan anak sejak dini. Oleh karena itu, penguatan kompetensi guru dalam melakukan asesmen yang sistematis menjadi fondasi utama untuk menghadirkan layanan pendidikan inklusif yang tepat sasaran,” ujar Ketua Tim PkM UPI, Dr. Iding Tarsidi, M.Pd.

Selama dua hari, para guru mengikuti pembekalan intensif yang diampu langsung oleh pakar pendidikan khusus FIP UPI, yaitu Dr. Iding Tarsidi, M.Pd., Dr. Yoga Budhi Santoso, M.Pd., Hendriano Meggy, M.Pd., dan Nita Nitiya Intan Tanbrin, M.Pd.

Kepala TK Rumah Putik, Tri Wahyuni Muchtar, M.Pd., menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, pelatihan ini memberikan pengalaman praktis bagi para pendidik untuk menerapkan asesmen yang lebih terukur demi mendongkrak kualitas layanan inklusif di sekolahnya.

Program pengabdian UPI ini dirancang tidak hanya berhenti pada pembekalan teori di ruang workshop. Tim FIP UPI turut membangun sistem pendampingan berkelanjutan yang mencakup penyusunan profil perkembangan anak, formulasi program intervensi individual (PPI), evaluasi berkala, hingga penyusunan panduan operasional sekolah inklusif.

Melalui pendampingan ini, praktik asesmen dan intervensi dini diharapkan dapat mentransformasi budaya kerja sekolah secara permanen. Inisiatif ini menegaskan komitmen UPI dalam menjamin hak setiap anak—termasuk anak berkebutuhan khusus—untuk mendapatkan kesempatan belajar dan berkembang secara optimal dalam lingkungan pendidikan inklusif sejak usia dini. (Meggy/DN)