Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan sosialisasi Green Campus berkolaborasi dengan BNNP Jawa Barat. Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memberikan wawasan, lalu bagaimana maksud dari kampus sehat dan yang hadir pada kesempatan kali ini bersedia untuk menjadi duta Green Campus di Gedung Pertemuan Geget Winda, Kampus Bumi Siliwangi Jalan Dr. Setiabudi Nomor 229 Bandung, Rabu (12/2/2025).

Sosialisasi Green Campus merupakan kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka mempromosikan perihal Kampus Sehat yang sebelumnya pernah dideklarasikan oleh seluruh pimpinan universitas.

Pada kesempatan yang tersebut Direktur Kemahasiswaan Prof. Dr. Prayoga Bestari, M.Si., dalam sambutannya mengatakan,”Duta yang dimaksud adalah kalian menjadi wakil yang nanti akan menyebarluaskan kepada seluruh civitas akademika UPI, kemudian berikutnya selain menjadi duta, memang kami juga bekerjasama dengan pihak BNN Badan Narkotika Nasional khusus Jawa Barat.”

Lebih lanjut dikatakan, BNN turut hadir dalam acara ini dalam rangka upaya antisipasi terhadap masuknya narkotika di kampus dan ini adalah kewajiban kita semua, karena hal itu membahayakan bagi kita semua apalagi generasi muda, maka dari itu nanti diberikan pencerahan dari pihak BNN.

Dalam kesempatan yang sama, pihak BNNP Jawa Barat bekerjasama dengan Poliklinik UPI akan melakukan pengambilan sampel tes urin. Tes urin kali ini merupakan sebuah tindakan preventif sembari sosialisasi guna mengecek kondisi para peserta yang ada, bukan hanya UPI, PTN lain pun seperti Unpad, ITB melakukan hal yang sama.

Pimpinan Universitas menyambut baik kegiatan ini guna kepentingan kampus menjadi kampus yang bersih, kampus yang memang didambakan oleh masyarakat untuk menciptakan generasi muda yang sehat, generasi yang kuat sehingga bisa membangun bangsa dan negara dengan baik.

Prof. Prayoga Bestari berharap,”Ke depan ini bukan pertama apalagi terakhir, tapi di kemudian hari dimungkinkan untuk melakukan sosialisasi lagi. Tetapi bisa jadi untuk kedua atau ketiga dan seterusnya bisa langsung dilakkan di fakultas atau prodi dan atau di UKM serta ke unit kerja. Maksudnya bisa langsung dilakukan di Direktorat Pendidikan, unit-unit kegiatan mahasiswa, serta di unit olah raga dan seterusnya, karena bisa jadi itu berdampak hukum.”

Pelanggaran penyalahgunaan narkotika dan sebagainya bisa jadi berdampak hukum, ujarnya lagi. Oleh sebab itu, pengambilan sampel ini adalah tindakan early warning. Diharapkan, UPI bisa benar-benar menciptakan kampus sehat, kampus bebas narkoba, bahkan bebas rokok, sehat fisik, jasmani, rohani dan lingkungan sehat.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Pencegahan BNN Provinsi Jawa Barat, apt. Yohanes Eko Ariyanto, S.Si., M.Si., selaku pemateri memberikan penyuluhan, sosialisasi, dan juga melakukan pengambilan tes urin. Dikatakannya,”Mudah-mudahan apa yang kita lakukan pada kesempatan kali ini tidak berhenti pada hari ini. Ini baru awal mewujudkan kampus bebas narkoba.”

Yohanes berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan, tidak hanya ke beberapa mahasiswa, tetapi bisa masuk ke lingkungan dosen, sekuriti, bahkan masyarakat sekitar. Semoga pihak kampus membentuk regulasi khusus terkait pemahaman tentang Green Campus. Regulasi yang dikeluarkan oleh kampus minimal untuk syarat masuk perguruan tinggi.

“Sebagai contoh, adanya kewajiban melampirkan surat bebas narkoba dan cek  kesehatan dari calon mahasiswa yang akan melanjutkan studi di UPI. Di Jawa Barat, sudah ada beberapa kampus yang sudah berkomitmen. Kita lanjutkan ke kampus-kampus swasta lainnya,” tutupnya.

Kampus harus tetap menjadi leading sector dalam rangka mensosialisasikan Green Campus. Terbukti dengan adanya sosialisasi seperti yang dilakukan UPI ini mendapatkan atensi lebih dari seluruh sivitas akademika UPI.  (rizaibrahim/foto:denynurahmat)