
Bandung, UPI
Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Cibiru berhasil mengukir prestasi membanggakan di kancah global dengan memborong sejumlah medali dalam ajang USM–AUSC International Sports Innovation Challenge 2025 di Pulau Pinang, Malaysia. Keberhasilan ini menegaskan daya saing UPI Cibiru dalam inovasi di bidang pendidikan, olahraga, sains, dan teknologi.
Pada kompetisi yang berlangsung di Setia Spice Arena tersebut, UPI Cibiru meraih berbagai prestasi membanggakan. Pada Kategori Profesional, medali emas diraih oleh tim Dr. Rendi Restiana Sukardi, M.Pd., tim Syifa Nailul Muna A., M.Pd., serta tim Dr. Dinie Anggraeni Dewi, M.Pd.; medali perak diraih oleh tim Dr. Yeni Yuniarti, M.Pd. dan Mirawati, M.Pd.; dan medali perunggu diraih oleh tim Dr. Tita Mulyati, M.Pd.. Pada Kategori Postgraduate, medali perak diraih oleh Rini Apriyani, S.Pd. dan Aulia Ihza, S.Pd., sementara medali perunggu diraih oleh Rania, S.Pd.. Di Kategori Undergraduate, Siti Hawa berhasil meraih posisi 1st Runner Up, menandai kuatnya potensi inovator muda UPI Cibiru di panggung internasional.
Inovasi yang dipresentasikan dirancang untuk menjawab tantangan dunia olahraga dan pendidikan masa kini, mencakup media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR), permainan edukatif mengenai gizi olahraga, hingga perangkat sport science untuk atlet muda.
Kontribusi UPI Cibiru dinilai tinggi karena mampu merespons isu strategis, seperti pemantauan performa atlet, literasi gizi, dan rekayasa alat olahraga yang inklusif dan adaptif. Pendekatan ini menunjukkan komitmen institusi dalam membangun pendidikan olahraga yang modern dan relevan.

Capaian di Pulau Pinang ini tidak hanya menambah koleksi medali, tetapi juga memperluas jejaring internasional dan membuka peluang kolaborasi riset jangka panjang. Keberhasilan ini sekaligus memperkuat diplomasi akademik Indonesia dalam ranah pendidikan olahraga dan sport science, menempatkan UPI Cibiru sebagai salah satu pusat inovasi terkemuka di Asia Tenggara.
Untuk memastikan kontribusi inovasi ini berkelanjutan, pihak institusi disarankan untuk memperkuat ekosistem inovasi lintas program studi demi optimalisasi kolaborasi multidisiplin. Prioritas juga diberikan pada dukungan riset terapan, percepatan paten, dan pengembangan kurikulum berbasis proyek agar mahasiswa memperoleh pengalaman otentik dalam menciptakan solusi yang bermakna.
Hadir pada upacara penutupan sekaligus menyampaikan hadiah kepada para pemenang ialah Prof. Dr. Habibah A. Wahab, Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Inovasi. Turut hadir pula Prof. Dr. Hairul Anwar Hashim, Direktur Pusat Olahraga dan Rekreasi Universiti Sains Malaysia; Dato’ Jack Koh, Direktur Utama Lavis Sdn. Bhd.; Roestam Affendi Sijar, Sekretaris Jenderal Majlis Sukan Universiti ASEAN (AUSC); Dr. Muaz Mohamad Zaini Makhtar, Wakil Direktur Kantor Inovasi dan Konsultasi USM; Kerwin Lim mewakili MILO, Nestlé Sdn. Bhd.; serta Lee Chiao Mei, Direktur Proyek USM–AUSC International Sports Innovation Challenge 2025. Kehadiran para tokoh tersebut menegaskan kuatnya dukungan akademik dan industri terhadap ruang kolaborasi inovatif di tingkat internasional. (DN)

