Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bersama Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Barat menyelenggarakan Seminar Pendidikan Calon Guru sebagai upaya memperkuat kesiapan mahasiswa dan alumni dalam memasuki program Pendidikan Profesi Guru (PPG), Rabu (10/12). Dilaksanakan di Auditorium Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, seminar ini mengangkat tema besar “Peran dan Kesiapan Calon Guru dalam Pemenuhan Tenaga Pendidik Profesional di Era Transformasi Pendidikan”.

Seminar ini menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Prof. Dr. Asep Herry Hernawan, M.Pd. (Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Guru (Prodi PPG), Sekolah Pascasarjana UPI), Shintia Ira Claudia, S.Pd. (Direktorat PPG Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia), dan Tatang Kurniawan, S.T., M.Pd. (BBGTK Jawa Barat). Salah satu alasan mendasar kegiatan ini diselenggarakan adalah kebutuhan guru yang terus meningkat pada tingkat nasional. Profil lulusan utama para pendidik potensial di lingkungan UPI dari mahasiswa aktif dan alumni perlu mendapatkan gambaran informasi PPG yang memadai serta memberikan inspirasi adalah alasan lain dari kegiatan ini. Ketua Prodi PPG menyampaikan harapan positif atas gelaran seminar ini.

“Kita berharap para mahasiswa yang potensial menjadi guru semakin terdorong untuk mendaftar ke PPG. PPG itu perlu calon-calon potensial dari UPI untuk menyiapkan guru masa depan,” sambut Prof. Asep.

Ketua Prodi PPG menambahkan bahwa kolaborasi UPI bersama dengan BBGTK Jawa Barat punya andil yang penting. UPI memiliki potensi kontribusi yang besar dari penyelenggaraan PPG sebagai peserta. Pada bagian lainnya, Prof. Asep menambahkan bahwa PPG UPI dapat diisi oleh para alumni UPI. Kebijakan nasional yang saat ini berlaku semestinya menjadi potensi yang dapat dimaksimalkan para alumni UPI terutama terkait dengan pemenuhan kebutuhan guru.

Pernyataan seputar kebijakan nasional ini turut diamini oleh Kusdiantoro Wijaya, S.Pd., M.Kom., Ketua Administrasi Profesi Guru BBGTK Jawa Barat. Paparan Kusdiantoro mengungkap bahwa pada tahun 2024 dan 2025 merupakan masa transisi penyelesaian sertifikasi guru melalui PPG Guru dalam Jabatan. Hal tersebut akan berbeda dengan situasi antara tahun 2025 dan 2026, mengingat pemerintah akan berfokus pada kuota PPG Calon Guru.

“Untuk PPG Calon Guru, kuota tahun 2025 akan diperbanyak. Tahun 2026 pemerintah meningkatkan kuotanya jauh lebih besar,” ujar Kusdiantoro.

Kusdiantoro menambahkan bahwa kuota aparatur sipil negara melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja telah terserap oleh guru honorer yang telah mengajar. Kondisi ini memungkinkan terjadinya ruang gerak bagi calon guru yang relatif terbatas. Kuota ini diharapkan kemudian akan semakin terbuka dan bahkan dapat dijangkau oleh lulusan PPG Calon Guru, sembari perlu diperhatikan jumlah yang akan pensiun di masa mendatang.

UPI dan BBGTK Jawa Barat pada akhir sesi memberikan gambaran untuk memperkuat dan menegaskan komitmen untuk memberikan persiapan yang kuat bagi para calon guru profesional. Peluang yang besar di masa depan melalui PPG adalah kesempatan emas yang dimiliki oleh setiap alumni dan mahasiswa UPI.
“Talenta-talenta muda dari UPI harus mempersiapkan diri untuk mengisi ruang kosong kebutuhan guru di seluruh Nusantara, pungkas Kusdiantoro. (Kontributor KKIPP UPI: Putri – Caraka Muda/Edit: Endriski)