
Bandung, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjalin penjajakan kerja sama strategis dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) untuk mengembangkan program Sekolah Rakyat. Kolaborasi ini bertujuan memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat rentan sekaligus mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs).
Pertemuan perdana dilakukan dalam sesi audiensi di Ruang Rapat Gedung Rektorat UPI, Bandung, Jumat (20/4). Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan UPI, Prof. Agus Setiabudi, beserta jajaran, serta Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Republik Indonesia, Robben Rico, bersama tim.
Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar empat juta anak di Indonesia yang belum mendapatkan akses pendidikan. Program Sekolah Rakyat yang digagas berbasis boarding school (sekolah berasrama) ini diharapkan menjadi solusi konkret.
“Tujuan akhirnya adalah memberikan dampak nyata berupa pemutusan rantai kemiskinan di masing-masing keluarga melalui akses pendidikan,” ujar Robben.
Kita sama-sama memiliki keinginan untuk berkolaborasi dalam menyukseskan program gagasan Presiden Prabowo Subianto, dalam rangka memberikan akses pendidikan. Tujuan akhirnya adalah memberikan dampak nyata berupa pemutusan rantai kemiskinan di masing-masing keluarga.
Hasil pertemuan hari ini juga sangat produktif. Banyak hal yang kami sampaikan ternyata sejalan dan selaras dengan program yang dimiliki oleh teman-teman di UPI. Mudah-mudahan kerja sama ini dapat segera ditindaklanjuti dan dipenuhi, sehingga penyelenggaraan Sekolah Rakyat dapat berjalan dengan baik.
Ia menambahkan bahwa pemilihan UPI sebagai mitra didasari oleh reputasi kampus tersebut sebagai salah satu perguruan tinggi pendidikan terbaik. Robben mencatat bahwa alumni UPI yang sudah mengabdi di Sekolah Rakyat saat ini menunjukkan kinerja di atas rata-rata.
Merespons tantangan tersebut, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan UPI, Prof. Agus Setiabudi menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung penuh dari sisi akademis dan teknis pendidikan. UPI akan berperan dalam pengembangan kurikulum, peningkatan kapasitas guru, hingga penyusunan roadmap kemandirian lulusan.
“Jadi, hari ini kita mendapatkan permintaan support sekaligus menemukan masalah nyata di dunia pendidikan. Ini bisa dikatakan sebagai gayung bersambut. Kita memang sedang mencari berbagai permasalahan nyata yang ada di dunia pendidikan, kemudian teman-teman dari Sekolah Rakyat datang menyampaikan permasalahan tersebut beserta kemungkinan penyelesaiannya.”, kata Agus Setiabudi.
Penyelesaian itu nantinya akan dicoba melalui berbagai program kerja sama yang akan kita lakukan. Termasuk di dalamnya pembinaan kurikulum, peningkatan kapasitas guru, serta konsep penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Semua itu akan menjadi bagian dari upaya kerja sama untuk menyelesaikan masalah nyata yang ada di Sekolah Rakyat.
Dijelaskan Agus Setiabudi, UPI akan mengikuti target-target dari mereka dan memberikan dukungan dari sisi—bisa dikatakan— “software” penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Jadi, kita tidak memiliki kapasitas untuk menentukan target secara langsung, tetapi kita mendukung target yang telah ditetapkan oleh Kemensos.
Setelah pertemuan ini, langkah awal yang akan dilakukan adalah implementasi beberapa kerja sama nyata dalam waktu dekat. Pertama, mereka membutuhkan bantuan tenaga guru. Namun, tahap awal kita akan mendukung dengan mengirimkan mahasiswa untuk praktik kerja lapangan (P3K).
Selanjutnya, mereka akan melihat kapasitas mahasiswa kita. Jika memiliki prospek, ke depan bisa direkrut menjadi staf. Selain itu, dalam waktu dekat juga akan dilakukan pembinaan bagi para guru serta penataan kurikulum sekolah.
Jadi, pada intinya, UPI sudah siap apabila kerja sama ini berlanjut. Justru ini yang kita cari, yaitu kebutuhan nyata di lapangan. Kebetulan kebutuhan tersebut datang langsung dari Kemensos, sehingga kita tinggal menyalurkan kapasitas yang kita miliki”, tegasnya.
Melalui audiensi ini, UPI menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Ke depan, kerja sama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga berkontribusi dalam memperluas kesempatan dan mengurangi kesenjangan sosial di masyarakat. (RK)

