
Kabupaten Sumedang – Program Studi Pendidikan Tata Boga Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada digitalisasi UMKM. Tim yang diketuai Dr. Ellis Endang Nikmawati, M.Si. menyelenggarakan pelatihan digital marketing untuk meningkatkan penjualan produk kere mujair di Kelompok Usaha Rumah Pintar (Rumpin) Albarokah, Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, pada Rabu (11/6/2025).
Sebagai institusi pendidikan terdepan, UPI melalui Program Studi Pendidikan Tata Boga mengambil peran strategis dalam mengimplementasikan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi UPI dalam mendukung transformasi digital UMKM di Indonesia, sekaligus memperkuat kemitraan dengan masyarakat desa yang telah terjalin sejak tahun 2013-2014 melalui program Rumah Pintar Al Barokah.
Inovasi yang dibawa tim UPI tidak hanya berupa transfer pengetahuan, tetapi juga solusi praktis berupa desain label kemasan dan booklet pemanfaatan digital marketing yang telah mendapatkan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Hak Cipta. Pendekatan holistik ini menunjukkan komitmen UPI dalam memberikan dampak berkelanjutan bagi pengembangan ekonomi kreatif masyarakat desa.
Program pelatihan digital marketing ini memberikan dampak signifikan bagi transformasi ekonomi Kelompok Usaha Rumpin Albarokah. Melalui metode Participatory Rural Appraisal (PRA) berbasis kemitraan dan potensi lokal, tim UPI berhasil mengidentifikasi dan mengembangkan potensi produk kere mujair sebagai komoditas unggulan desa yang dapat bersaing di era digital.
Dampak nyata program ini terlihat dari antusiasme peserta yang tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Ibu-ibu anggota Rumpin kini memiliki pemahaman komprehensif tentang digital marketing, mulai dari konsep pemasaran digital, pemanfaatan media sosial dan marketplace, hingga teknik pengemasan produk yang menarik dan sesuai standar pasar.
“Program ini memberikan pencerahan baru bagi kami dalam memasarkan produk kere mujair. Dengan dukungan teknologi digital, kami optimis dapat menjangkau pasar yang lebih luas,” ungkap Ibu Ade Lilis, pengelola Rumpin Albarokah, yang menyambut hangat kegiatan ini.
Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan UPI ini sejalan dengan beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Pengentasan Kemiskinan), SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).
Program ini berkontribusi langsung terhadap peningkatan kapasitas ekonomi perempuan melalui pemberdayaan kelompok usaha berbasis home industry. Dengan meningkatkan literasi digital dan keterampilan pemasaran, program ini membuka peluang kerja layak dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat desa.


Aplikasi Praktik packaging produk pada kemasan
Selain itu, penerapan teknologi digital dalam pemasaran produk lokal juga mendukung tercapainya target SDG 9 tentang peningkatan akses UMKM terhadap layanan keuangan dan integrasi ke dalam rantai nilai global. Transformasi digital yang dilakukan akan memungkinkan produk kere mujair tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi berpotensi menembus pasar regional bahkan nasional.
Untuk memastikan keberlanjutan dan optimalisasi dampak program, tim UPI merekomendasikan beberapa strategi kunci. Pertama, perlu adanya pendampingan berkelanjutan dalam implementasi pengetahuan digital marketing yang telah diperoleh peserta, termasuk monitoring dan evaluasi berkala terhadap perkembangan usaha.
Kedua, pengembangan kemitraan strategis dengan platform e-commerce dan lembaga keuangan untuk memfasilitasi akses pasar dan permodalan bagi UMKM. Hal ini akan mempercepat transformasi digital dan meningkatkan daya saing produk kere mujair di pasar yang lebih luas.
Ketiga, standardisasi dan sertifikasi produk kere mujair perlu dilakukan untuk memenuhi persyaratan distribusi modern dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Keempat, diperlukan pembentukan platform digital khusus untuk produk unggulan desa yang dapat mengintegrasikan berbagai pelaku usaha lokal dalam satu ekosistem digital yang terpadu.
Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan yang komprehensif, dimulai dari tahap persiapan berupa koordinasi dan survei lokasi untuk menggali potensi lokal dan memahami tantangan yang dihadapi masyarakat. Tim UPI melakukan pendekatan partisipatif dengan melibatkan seluruh stakeholder dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program.
Kegiatan inti berupa pelatihan diselenggarakan dengan melibatkan tim ahli dari UPI, yaitu Dr. Ellis Endang Nikmawati, M.Si. sebagai ketua pelaksana, didukung oleh Dr. Yulia Rahmawati, M.Si., Prof. Dr. Cica Yulia, S.Pd., M.Pd., Nia Lestari, M.Pd., Muktiarni, M.Pd., dan Asep Maosul, M.Pd., serta mahasiswa sebagai asisten peneliti.
Materi pelatihan mencakup teori dan praktik digital marketing, pengemasan produk yang menarik, pembuatan toko online di marketplace dan media sosial, serta strategi branding produk lokal. Peserta juga mendapatkan booklet panduan dan desain label kemasan yang dapat langsung diimplementasikan dalam usaha mereka.



Desain label dan aplikasinya pada kemasan
Program pengabdian masyarakat UPI ini merepresentasikan model kolaborasi ideal antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadapi tantangan era digital. Dengan jarak tempuh ± 77,8 kilometer dari kampus UPI, tim menunjukkan dedikasi tinggi dalam mewujudkan misi transformasi sosial melalui pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model replikasi untuk pengembangan UMKM berbasis digital di wilayah lain, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agent of change dalam pembangunan ekonomi masyarakat.

Booklet Pemanfaatan Digital Marketing Produk Usaha Kere Mujair yang telah mendapatkan sertifikat HKI Hak Cipta.
Kontributor: Yulia Rahmawati

