
Depok, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Grup Riset Instrumentasi Lingkungan UPI–Sekolah kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat riset berbasis inovasi di tingkat sekolah. Kegiatan bertajuk “Penguatan Riset Sekolah: Invention Driven” yang dilaksanakan di SMP Avicenna Cinere menjadi ajang kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan siswa untuk membangun ekosistem riset yang kreatif dan berkelanjutan. Kamis, 6 November 2025.
“Kolaborasi kampus dan sekolah menjadi langkah penting dalam menumbuhkan budaya riset sejak dini,” ujar Dr. Selly Feranie,M.Si sebagai ketua tim riset Instrumentasi Lingkungan UPI dalam sambutannya. “Riset bukan hanya milik perguruan tinggi, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk menemukan solusi nyata bagi tantangan lingkungan dan teknologi.
Acara dibuka dengan sesi presentasi ide dan solusi inovatif dari para siswa SMP, yang menampilkan gagasan riset berbasis isu lingkungan dan teknologi.
Setiap ide kemudian mendapatkan tanggapan langsung dari tim riset UPI yang memberikan masukan berbasis data, teknologi sensor, dan pendekatan komputasi.
Dialog interaktif ini memberi ruang bagi siswa untuk belajar berpikir ilmiah, memvalidasi ide, dan melihat bagaimana riset diterapkan di dunia nyata.

Pada sesi kedua, tim riset UPI melakukan demonstrasi invensi tim riset instrumentasi lingkungan yang ssebagian besar sudah terdaftar paten sederhana di PDKI. Salah satunya adalah alat trainer kelistrikan yang dikembangkan dan dibawakan oleh bapak Amsor, M.Si selalu kepala lab teknologi dasar dan juga sekretaris grup riset Kegiatan ini berjalan paralel dengan bimbingan operasional bagi siswa, memperkenalkan dasar-dasar kendali otomatis dan penerapan kecerdasan buatan pada level pembelajaran menengah oleh tim riset mahasiswa .
Kepala SMP Avicenna Cinere, Theresa Dwi Utami Azis, M.Si, memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini.Menurutnya, “Kegiatan ini sangat positif bagi siswa. Harapannya mereka belajar bahwa solusi tidak hanya sekadar ide, tetapi harus dipadukan dengan teknologi dan data. Pendekatan seperti ini membuat siswa berpikir lebih dalam dan terarah,” ujarnya.
Theresa juga menyampaikan keinginannya untuk menjalin kerja sama (MoU) dengan pihak UPI agar kegiatan penguatan riset sekolah dapat berlanjut secara berkelanjutan.
Salah satu pembimbing KIR SMP Avicenna, Alvin Syahrul, menyatakan hal serupa.
Ia menilai kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa, tetapi juga memberikan kontribusi bagi para pembimbing dalam memperluas wawasan dan memperdalam aplikasi teknologi terkini.
“Kami jadi belajar langsung bagaimana mengintegrasikan pendekatan data dan teknologi dalam riset siswa. Ini memperkaya pengalaman kami dalam membimbing proyek berbasis inovasi,” ungkapnya.
Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa riset bukan hanya aktivitas akademik di perguruan tinggi, tetapi juga ruang pembelajaran kolaboratif yang dapat menginspirasi siswa untuk berpikir ilmiah, berinovasi, dan berkontribusi pada solusi nyata bagi masyarakat.
Melalui pendekatan riset berbasis data dan teknologi, Melalui kegiatan ini, UPI menegaskan komitmennya dalam mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur), sertaSDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan Bersama).
Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan siswa sekolah diharapkan dapat menumbuhkan generasi muda yang tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan. (DN)


