Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) mengirimkan tim relawan multidisiplin ke wilayah kabupaten terpencil guna memberikan layanan kesehatan fisik dan psikososial kepada masyarakat. Tim relawan ini akan bertugas selama lima hari dan terdiri atas 12 orang, yakni 10 dosen dan 2 mahasiswa, dengan latar belakang keahlian yang beragam yang dilaksanakan di Ruang Rapat Timur Partere Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Jawa Barat. Selasa (16/12/2025).

Sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan, UPI melakukan berbagai upaya nyata, salah satunya melalui penggalangan dana yang hingga saat ini masih terus berlangsung. Dana yang berhasil dihimpun nantinya akan disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui posko-posko resmi yang telah ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, khususnya di lingkungan perguruan tinggi sahabat, seperti Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Andalas (Unand), serta sejumlah perguruan tinggi di wilayah Sumatra Utara, termasuk Medan

Rektor UPI Prof. Didi Sukyadi, M.A menyampaikan “Selain penggalangan dana, UPI juga menyatakan kesiapan untuk membantu pemerintah melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan dengan menyalurkan dana pengabdian kepada masyarakat di wilayah bencana. Bantuan tersebut difokuskan pada tema medis dan kesehatan, yang direalisasikan melalui penyusunan proposal dan pembentukan tim relawan. Upaya ini menjadi wujud kontribusi nyata UPI dalam meringankan beban para korban bencana alam.”

Lebih lanjut, Prof. Didi Sukyadi mengatakan “UPI secara resmi melepas tim relawan yang akan diberangkatkan ke lokasi bencana. Untuk tahap awal, sebanyak delapan orang relawan diberangkatkan, dengan total keseluruhan mencapai 24 orang. Keberangkatan tim dilakukan secara bertahap dalam beberapa waktu, dimulai pada malam hari, disusul keberangkatan berikutnya pada hari selanjutnya. Lokasi tujuan utama adalah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dengan koordinasi bersama relawan setempat, TNI, serta unsur pemerintah daerah.”

Di lokasi bencana, tim relawan UPI akan berfokus pada penanganan masalah kesehatan yang muncul akibat bencana, seperti penyakit pasca bencana, serta melaksanakan berbagai kegiatan sosial. Kegiatan tersebut meliputi pelayanan kesehatan, trauma healing bagi masyarakat terdampak, hingga upaya pemulihan kebugaran jasmani dan rohani melalui aktivitas olahraga dan kegiatan sosial lainnya. Diharapkan, kehadiran tim relawan UPI dapat memberikan manfaat dan membantu meringankan penderitaan masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Pada Kesempatan yang sama Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Prof. Dr. Ida Hamidah, M.Si. menerangkan “Tim relawan dibagi ke dalam empat bidang utama, yaitu tim dokter, tim perawat, tim psikologi, dan tim olahraga. Keempat bidang tersebut dirancang untuk saling melengkapi dalam memberikan layanan terpadu kepada masyarakat. Penanganan kesehatan fisik menjadi tanggung jawab tim dokter dan perawat, sementara aspek kesehatan mental dan psikososial ditangani oleh tim psikologi yang didukung dengan pendekatan olahraga sebagai sarana pemulihan dan healing masyarakat terdampak.”

“Pelibatan olahraga dalam layanan psikososial dinilai penting karena mampu membantu masyarakat mengurangi beban psikologis serta membangun kembali semangat dan kebersamaan. Hal ini sejalan dengan pemahaman bahwa pemulihan masyarakat tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan sosial secara menyeluruh.” tambah Direktur DPPM

Selain menjalankan tugas utama di bidang kesehatan dan psikososial, para relawan juga dituntut untuk mandiri selama berada di lokasi pengabdian. Mereka harus menyesuaikan diri dengan kondisi desa, termasuk memenuhi kebutuhan logistik secara bersama-sama. Di sisi lain, tim juga berperan dalam mendokumentasikan dan mempublikasikan kegiatan sebagai bagian dari pertanggungjawaban akademik dan sosial UPI kepada masyarakat luas.

Melalui kegiatan ini, UPI menegaskan komitmennya dalam menjalankan tri dharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan menghadirkan kontribusi nyata dan berkelanjutan bagi wilayah-wilayah yang membutuhkan. (Rija/Kurnia)