Bandung, UPI

Pengukuhan dua puluh tiga Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), menjadi sebuah tonggak yang tidak hanya mencerminkan prestasi personal, tetapi juga menjadi simbol kematangan intelektual dan tanggung jawab moral akademik. Rektor UPI Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., atas nama Universitas Pendidikan Indonesia, mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Guru Besar yang dikukuhkan.

Untuk diketahui, UPI mengukuhkan sebanyak 23 Guru Besar dari berbagai bidang keilmuan dalam rangkaian acara Pengukuhan Guru Besar UPI Tahun 2025, yang diselenggarakan di Gedung Ahmad Sanusi, Kampus UPI Bumi Siliwangi, Jalan Dr. Setiabudi No. 229, Bandung pada Selasa hingga Kamis (20–22/05/2025).

Pengukuhan dilakukan selama tiga hari berturut-turut dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, Dewan Guru Besar, sivitas akademika, serta keluarga dan kolega para guru besar.

Dalam pidatonya, diungkapkan Rektor bahwa gelombang disrupsi digital, tantangan multidisiplin, dan krisis kemanusiaan global menuntut universitas untuk tidak hanya menjadi pusat keilmuan, tetapi juga motor perubahan sosial yang berdampak.

Dalam konteks inilah, lanjutnya, UPI menegaskan visinya menjadi universitas riset dan kewirausahaan rujukan di kawasan Asia di bidang pendidikan dan beberapa bidang ilmu unggulan yang transformatif, terekognisi, dan berdampak bagi masyarakat pada 2023 dan seterusnya.

“Visi ini bukan sekadar cita-cita lembaga, melainkan panggilan kolektif bagi seluruh insan akademik, terutama para Guru Besar yang hari ini dikukuhkan, untuk menjadi lokomotif inovasi yang berpihak pada kemanusiaan, menjadi pemimpin pemikiran di panggung nasional dan global, serta menjadi penjamin mutu moral dan intelektual dalam mendidik generasi penerus bangsa,” tegasnya.

Pengukuhan ini bukanlah garis akhir, katanya. Ini adalah titik awal tanggung jawab lebih besar untuk menjawab berbagai tantangan zaman dengan kebijaksanaan, keteladanan, dan keberanian berpikir melampaui batas.

Rektor UPI mengajak sivitas akademika untuk kobarkan semangat kolaborasi, inovasi, dan kebermaknaan. Karena hanya dengan itulah, kita mampu menjadikan UPI bukan sekadar kampus unggul, tetapi mercusuar peradaban pendidikan Indonesia di mata dunia.

Hari Pertama – 20 Mei 2025

Sebanyak 8 dosen dikukuhkan sebagai guru besar sesuai dengan bidang kepakaran masing-masing, terdiri atas SK No. 92303/M/07/2024 atas nama Prof. Dr. Sucipto, M.Kes., AIFO., dalam bidang Pendidikan dan Pengembangan Guru Pendidikan Jasmani; kemudian SK No. 92304/M/07/2024 atas nama Prof. Dr. Dikdik Zafar Sidik, M.Pd., dalam bidang Kondisi Fisik Olahraga; SK No. 92305/M/07/2024  Prof. Dr. Anne Hafina Adiwinata, M.Pd., dalam bidang Sistem Penghantaran Bimbingan dan Konseling; SK No. 595131/M/07/2024 atas nama Prof. Dr. Ilfiandra, M.Pd., dalam bidang Sistem Manajemen Bimbingan dan Konseling; SK No. 95134/M/07/2024 atas nama Prof. Dr. Leli Yulifar dalam bidang Museologi; SK No. 95135/M/07/2024 atas nama Prof. Dr. Nanang Ganda Prawira dalam bidang Kajian Budaya Visual dan Estetika Desain; SK No. 136803/M/07/2024 atas nama Prof. Dr. Zakarias Sukarya Soeteja, S.Pd., M.Sn., dalam bidang Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Seni Rupa; dan terakhir SK No. 137453/M/07/2024 atas nama Prof. Dr. Neiny Ratmaningsih, M.Pd., dalam bidang Strategi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.

Ketua Dewan Guru Besar UPI, Prof. Dr. H. Didi Suryadi, M.Ed., dalam sambutannya menyampaikan bahwa jabatan guru besar bukanlah titik akhir, melainkan awal pengabdian yang lebih luas.

“Mudah-mudahan guru besar ini bukan menjadi capaian dan tujuan akhir, tetapi menjadi titik awal pengabdian dalam keilmuan masing-masing. Mereka saat ini dituntut untuk menjadi pemimpin di bidangnya dan menginspirasi generasi muda serta berkontribusi membesarkan UPI yang kita cintai,” ujar Prof. Didi.

Hari Kedua – 21 Mei 2025

Pengukuhan dilanjutkan delapan guru besar dari berbagai bidang keilmuan, pertama SK No. 95132/M/07/2024 atas nama Prof. Dr. Rina Marina Masri, M.P., dengan kepakaran Lingkungan Rekayasa Geospasial; selanjutnya SK No. 95133/M/07/2024 atas nama Prof. Dr. Eng. Usep Surahman, S.T., M.T., dengan kepakaran Teknologi dan Arsitektur Hemat Energi;  kemudian SK No. 137452/M/07/2024 atas nama Prof. Dadang Sudana, M.A., Ph.D., dengan kepakaran Linguistik Makna; lalu SK No. 139039/M/07/2024 atas nama Prof. Tutin Aryanti, S.T., M.T., Ph.D., dengan kepakaran Arsitektur Sosio-Spasial; SK No. 137457/M/07/2024 atas nama Prof. Dr. Cica Yulia, S.Pd., M.Si., dengan kepakaran Ilmu Gizi; lalu SK No. 137456/M/07/2024 atas nama Prof. Dr. Bambang Darmawan, M.M., CSCA, CPLM, CSCM., dengan kepakaran Administrasi Pendidikan Teknik Mesin dan Logistik; SK No. 141455/M/07/2024 atas nama Prof. Dr. Ridwan Purnama, S.H., M.Si., dengan kepakaran Pendidikan Hukum dan Bisnis; terakhir adalah SK No. 141456/M/07/2024 atas nama Prof. Dr. Dita Amanah, M.B.A., dengan kepakaran Manajemen Jasa Wisata.

Pada kesempatan tersebut Rektor UPI Prof. Dr. M. Solehuddin, M.A., M.Pd., dalam pidatonya menekankan bahwa gelar guru besar bukan hanya penghargaan akademik, tetapi amanah moral.

“Pengukuhan guru besar bukan hanya seremonial akademik, tetapi pernyataan moral kepada bangsa dan dunia. Bahwa kita siap memikul tanggung jawab zaman, dengan ilmu yang membumi, berdampak, dan berpihak,” tegasnya.

Rektor juga menegaskan arah pengembangan UPI ke depan sebagai universitas riset dan kewirausahaan rujukan di kawasan Asia pada 2030.

Hari Ketiga – 22 Mei 2025

Pada hari terakhir, tujuh guru besar kembali dikukuhkan, terdiri atas SK No. 136802/M/07/2024 atas nama Prof. Dr. Didik Priandoko, M.Pd., dalam bidang Biomedicine; kemudian SK No. 137454/M/07/2024 atas nama Prof. Dr. rer. nat. Adi Rahmat, M.Si., dalam bidang Psikologi Kognitif dalam Pembelajaran Biologi; SK No. 137455/M/07/2024 atas nama Prof. Dr. Wiji, M.Si., dalam bidang Intelektualitas Pembelajaran Kimia; SK No. 141456/M/07/2024 atas nama Prof. Dr. Dadan Dasari, M.Si., dalam bidang Sains Deduktik Statistika; SK No. 141457/M/07/2024 atas nama Prof. Dr. Hendrawan, M. Si., dalam bidang Kimia Material Pelepasan Lambat Terkendali; SK No. 141459/M/07/2024 atas nama Prof. Heli Siti Halimatul Munawaroh, M.Si, Ph.D., dalam bidang Biokimia Molekuler; terakhir SK No. 141959 /M/07/2024 atas nama Prof. Dr. Winny Liliawari, S.Pd, M.Si., dalam bidang Pendidikan Bumi dan Antariksa.

Dalam pernyataan penutupnya, Rektor kembali menekankan nilai kemanusiaan dari gelar akademik tertinggi ini.

“Menjadi guru besar bukan sekadar menjadi ahli, tetapi menjadi penyala peradaban. Kita membutuhkan lebih banyak keilmuan yang menyembuhkan, bukan melukai. Lebih banyak pengetahuan yang memberdayakan, bukan mendominasi. Lebih banyak guru besar yang menjadi guru kehidupan,” ungkap Prof. Solehuddin.

Melalui pengukuhan ini, UPI memperkuat perannya dalam menciptakan ekosistem akademik yang transformatif, relevan, dan berdampak bagi masyarakat Indonesia dan global. (Penulis: Ratih Latifah, Foto: Deny Nurahmat)