
Cimahi, UPI
Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggandeng Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kota Cimahi untuk mengevaluasi dan menilai modul Standar Kompetensi Lulusan (SKL) berbasis tugas perkembangan.
Kegiatan yang berlangsung di Mal Pelayanan Publik Kota Cimahi, Rabu (2/9/2026), ini melibatkan 31 guru BK se-Kota Cimahi. Penilaian ini difokuskan untuk menguji relevansi serta keandalan modul sebelum diimplementasikan secara luas dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Pengembangan modul ini berlandaskan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 10 Tahun 2025 tentang Standar Kompetensi Lulusan pada PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Regulasi tersebut menuntut pencapaian peserta didik yang holistik, mencakup aspek personal, sosial, belajar, hingga kesiapan masa depan.
Dalam pelaksanaannya, riset pengembangan ini menerapkan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Keterlibatan praktisi secara langsung ditujukan untuk memastikan produk akademik UPI memiliki daya guna tinggi di lapangan.
Kegiatan bersama MGBK Kota Cimahi menunjukkan bahwa pengembangan berbasis riset dapat diarahkan menjadi program yang Berdampak. Dampak yang diharapkan bukan hanya berupa tersusunnya sebuah modul, melainkan adanya peningkatan relevansi antara hasil pengembangan akademik dengan kebutuhan praktis guru BK di sekolah.
Orientasi Berdampak juga tercermin dari adanya ruang dialog antara perguruan tinggi dan praktisi. UPI memperoleh masukan langsung dari guru BK, sedangkan guru BK memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam proses pengembangan perangkat yang berpotensi mendukung pelaksanaan layanan di sekolah. Pola kolaborasi seperti ini dapat menjadi model penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan.
Lebih jauh, modul yang dikembangkan diharapkan dapat membantu guru BK memperoleh kerangka yang lebih sistematis dalam memahami perkembangan peserta didik. Integrasi SKL dengan tugas perkembangan dapat menjadi salah satu pijakan untuk merancang layanan BK yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian masalah, tetapi juga pada pengembangan potensi dan kematangan peserta didik.
Melalui uji coba dan penilaian partisipatif ini, UPI berkomitmen memperkuat profesionalisme guru BK serta mendukung terwujudnya pendidikan berkualitas yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4. (DN)

