
Bandung, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus melakukan transformasi tata kelola layanan bisnis kampus melalui penguatan peran UPI Business Center. Upaya ini ditandai dengan peluncuran sistem terintegrasi yang menyatukan berbagai unit layanan bisnis kampus yang sebelumnya dikelola secara terpisah yang dilaksanakan di Gedung CoE Lantai 1 Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Jawa Barat. Rabu (24/12/2025).
Rektor UPI Prof. Didi Sukyadi M.A.,menyampaikan bahwa selama ini berbagai unit usaha seperti penyewaan gedung, asrama dan dormitori, kantin, kolam renang, lapangan olahraga hingga driving range masih berjalan sendiri-sendiri dan belum menggunakan sistem pengelolaan yang terpadu. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketidakefisienan, termasuk dalam aspek transaksi keuangan.
“Melalui UPI Business Center, kami berupaya melakukan perbaikan tata kelola, khususnya dengan menerapkan sistem transaksi cashless. Dengan sistem ini, seluruh dana transaksi akan langsung masuk ke rekening universitas sehingga lebih aman, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
Saat ini, UPI Business Center menaungi pengelolaan berbagai fasilitas kampus, mulai dari kolam renang sebagai pusat sarana olahraga, kantin, asrama dan dormitori. Ke depan, pengelolaan parkir serta kampus UPI di Jalan Banten juga direncanakan berada di bawah koordinasi direktorat tersebut agar lebih mudah dikelola secara terpusat.
Pada kesempatan yang sama pula Direktur Direktorat Bisnis Dr. Ida Farida Adi Prawira, S.E., M.Si., CFP. resmi meluncurkan sebuah platform digital terintegrasi sebagai upaya mempermudah pengelolaan bisnis dan aset di lingkungan UPI. Platform ini hadir sebagai jawaban atas tantangan penggabungan sejumlah unit yang sebelumnya dikelola secara terpisah berdasarkan regulasi dan jenis layanan.
Penggabungan tiga unit besar dalam pengelolaan aset UPI di bawah Direktorat Bisnis menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam hal efektivitas manajemen dan transparansi. Oleh karena itu, platform digital ini dikembangkan untuk memfasilitasi pengelolaan bisnis UPI secara lebih terintegrasi, akuntabel, dan mudah diakses oleh seluruh sivitas akademika.

Selain penguatan tata kelola, UPI juga mengembangkan layanan bisnis baru yang dapat dimanfaatkan oleh sivitas akademika. Salah satunya adalah pengadaan kebutuhan pokok seperti sembako yang dapat dipesan melalui aplikasi. Layanan ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi dosen dan pegawai, sekaligus menjaga sirkulasi ekonomi tetap berputar di lingkungan kampus.
“Misalnya dosen membutuhkan beras atau komoditas lain, bisa dipesan lewat aplikasi. Saat pulang dari kampus, barang sudah tersedia dan siap dibawa. Dengan begitu, uang yang dibelanjakan tetap berkontribusi pada ekonomi kampus,” tambahnya.
“Dengan bergabungnya unit-unit yang sebelumnya terpisah, kami membutuhkan sebuah sistem yang mampu menyatukan proses pengelolaan. Platform ini kami rancang agar memudahkan pengelolaan bisnis sekaligus meningkatkan kualitas layanan di UPI,” ujar Direktur Bisnis
Melalui platform ini, Direktur Bisnis juga membuka kolaborasi dengan mitra eksternal. Saat ini, telah bergabung empat mitra luar, khususnya di bidang penyediaan konsumsi, dan ke depan akan disusul dengan mitra penyedia kebutuhan lainnya seperti sembako. Selain itu, platform ini juga mengangkat produk-produk hasil karya alumni serta laboratorium yang ada di UPI agar memiliki akses pasar yang lebih luas.
Tak hanya itu, pengembangan Teaching Factory (TeFa) juga menjadi bagian dari rencana strategis yang akan diintegrasikan dalam platform digital tersebut. Ke depannya, pengelolaan unit seperti bengkel juga direncanakan akan bermitra dengan tim profesional dari luar, mengingat pengelolaan layanan tersebut membutuhkan keahlian khusus dan tidak dapat berjalan secara mandiri.
Terkait sosialisasi, Direktorat Bisnis menargetkan pengenalan dan penerapan platform ini akan mulai dilakukan pada Januari mendatang. Dari sisi penggunaan, platform dirancang menyerupai marketplace pada umumnya sehingga diharapkan mudah dioperasikan oleh pengguna maupun konsumen.
“Implementasinya relatif mudah karena konsepnya mirip dengan marketplace seperti GoFood dan sejenisnya. Harapannya, user dapat dengan cepat beradaptasi,” tambahnya.
“Ke depan, Direktorat Bisnis menargetkan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU), namun tidak semata-mata berfokus pada angka. Fokus utama tetap pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat UPI, sehingga seluruh aktivitas bisnis di lingkungan kampus dapat dikelola secara transparan dan akuntabel.” tegas Dr. Ida Farida
Dengan kehadiran platform digital ini, UPI menegaskan komitmennya dalam memanfaatkan teknologi untuk memperkuat tata kelola institusi serta mendorong optimalisasi potensi internal kampus secara berkelanjutan.
Melalui langkah ini, UPI menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem bisnis kampus yang modern, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika dan masyarakat. (Rija/Ratih/DN)

