
Subang, UPI – Program Pemberdayaan Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa (PM-BEM) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dimulai di Desa Darmaga, Kabupaten Subang, pada Selasa (11/10). Dengan mengusung tema “Optimalisasi Multiproduk Kedelai Berbasis Inovasi Teknologi untuk Meningkatkan Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat.” Program ini diikuti oleh 118 warga dan berfokus pada optimalisasi multiproduk kedelai berbasis inovasi teknologi setelah riset dosen pembimbing menemukan kandungan anti-inflamasi dalam pangan lokal tersebut.
Kegiatan ini bermula dari riset Prof. Didik Priyandoko, selaku ketua dosen pembimbing tim Glyxine, yang menemukan kandungan anti-inflamasi dalam kedelai. Penemuan ini membuka potensi bahwa pangan lokal sederhana ini mampu menjadi superfood sekaligus peluang usaha untuk masyarakat dan secara langsung mendukung program Sustainability Devolvement Goalsyaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan meningkatkan konsumsi makanan bergizi dan kesehatan bagi warga.
Professor Didik Priyandoko menegaskan bahwa program pemberdayaan ini memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. “Program ini menyentuh semua kalangan, mulai dari anak muda sampai lansia, sehingga diharapkan dampaknya tidak hanya pada peningkatan kesehatan masyarakat,”.
Ia juga menyampaikan bahwa Desa Darmaga kini memiliki potensi baru melalui pengembangan olahan kedelai. “Desa Darmaga memiliki ikon baru, yaitu kedelai, yang dapat diolah menjadi berbagai multiproduk dan kedepannya berpotensi menjadi produk khas Desa Darmaga,” tambahnya.
Tim mahasiswa yang menjadi koodinator—Ghina Nur Rohmah, Hawa Hafifah, dan Fadya Oktavia—memperkenalkan empat program utama, termasuk Sistem Analitik Kedelai Teknologi IoT (SAKTI), Multiproduk Kedelai Khas Desa Darmaga (MULTISOY), Sehat Bersama Kedelai Inovatif (SEHATI), dan Usaha Promosi Generasi Digital (UPGRADE).
Menurut Ghina, kedelai dapat diolah menjadi ikon baru Desa Darmaga, bahkan melalui pelatihan membuat permen kedelai agar masyarakat tidak bosan mengonsumsinya. “Kedelai ini bisa menjadi ikon baru untuk Desa Darmaga, terutama melalui berbagai produk olahan seperti tempe, tahu, susu kedelai, bahkan nanti kami akan memberikan pelatihan membuat permen dari kedelai agar masyarakat tidak bosan mengonsumsi kedelai.”
Hawa, yang mensosialisasikan kegiatan UPGRADE turut menambahkan, “Kami berharap kegiatan ini dapat memperkenalkan Desa Darmaga sebagai desa yang sehat, berdaya, dan mandiri, dengan memiliki usaha yang berawal dari multiproduk kedelai ini.” harapnya.
Program ini telah mencatatkan berbagai capaian, seperti peningkatan kesehatan warga, kemampuan produksi multiproduk kedelai, pemanfaatan IoT untuk budidaya, serta peningkatan wawasan pemasaran digital yang sejalan dengan upaya memeberikan Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan membekali warga dengan wawasan pemasaran digital.
Kepala Desa Darmaga, Sukmana Efendi, memberikan apresiasi atas inisiatif ini. “Kami berterima kasih karena desa kami dipilih sebagai lokasi pemberdayaan. Semoga ini menjadi awal perubahan yang berkelanjutan dan membawa dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Dengan pengembangan ini, Desa Darmaga kini berpotensi memiliki ikon baru melalui multiproduk olahan kedelai. (RK)
Kontributor KKIPP UPI: Hawa Hafiah Putri Susanto

