Bandung, 25 Juni 2025

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali mencatatkan pencapaian penting di panggung internasional dengan menempati peringkat 1201–1400 dunia dan peringkat ke-17 nasional dalam QS World University Rankings (QS WUR) 2026 yang diumumkan pada Rabu, 19 Juni 2025.

Dalam pemeringkatan kali ini, skor total UPI meningkat signifikan dari 5,6 (QS WUR 2025) menjadi 10,7 (QS WUR 2026). Meskipun peringkat global dan nasional UPI belum mengalami perubahan, kenaikan skor ini mencerminkan kemajuan nyata dalam kualitas dan daya saing UPI secara internasional.

Peningkatan skor ini terutama didorong oleh penguatan pada indikator reputasi akademik, sitasi per dosen, dan kerja sama internasional, yang merupakan bagian dari strategi berkelanjutan UPI dalam memperkuat mutu tridarma perguruan tinggi dan reputasi global.

Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukyadi, MA., menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika dan mitra UPI atas kerja keras dan kontribusi nyata yang telah membawa UPI masuk dalam komunitas akademik dunia. Peningkatan skor ini menunjukkan bahwa langkah-langkah strategis yang dilakukan mulai menunjukkan hasil. Meskipun peringkat secara umum belum bergeser, fondasi untuk lompatan yang lebih besar ke depan sudah semakin kuat.

Yang membanggakan, UPI menempati posisi tertinggi di antara universitas-universitas eks-LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) di Indonesia, menunjukkan keunggulan UPI dalam membangun kapasitas kelembagaan dan memperluas pengakuan global di luar peran tradisionalnya sebagai lembaga pencetak guru.

QS World University Rankings merupakan pemeringkatan perguruan tinggi global yang disusun oleh Quacquarelli Symonds (QS), dengan mempertimbangkan berbagai indikator utama seperti reputasi akademik, reputasi lulusan di dunia kerja, rasio dosen dan mahasiswa, sitasi per publikasi, kerja sama internasional, serta kontribusi terhadap keberlanjutan (sustainability).

Ke depan, UPI berkomitmen untuk terus memperkuat indikator-indikator kunci QS dengan mendorong peningkatan kualitas riset, internasionalisasi, penguatan jejaring global, dan reputasi institusi secara sistematis dan berkelanjutan.