
Bandung, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) kembali mempertegas perannya dalam inovasi pembelajaran bahasa melalui webinar bertajuk “Pawang BIPA #2: Mengajarkan Bahasa, Membaca Dunia”, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan daring yang diikuti oleh sekitar 300 peserta dari dalam dan luar negeri ini bertujuan mentransformasi paradigma pembelajaran bahasa dari sekadar penguasaan tata bahasa (grammar) menjadi pemahaman lintas budaya yang mendalam.
Ketua Prodi Magister Pendidikan BIPA UPI, Dr. Nuny Sulistiany Idris, M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa BIPA kini memiliki peran strategis dalam memperkuat posisi Indonesia di tingkat global. Menurutnya, pembelajaran bahasa bukan sekadar komunikasi verbal, melainkan media diplomasi.
“BIPA saat ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran bahasa, tetapi juga sebagai media diplomasi budaya yang mampu membangun pemahaman dan hubungan antarbangsa,” ujar Dr. Nuny saat membuka acara melalui platform Zoom.
Dalam sesi materi, narasumber Dr. Suci Sundusiah, M.Pd., menjelaskan pentingnya pendekatan holistik yang mengintegrasikan bahasa, budaya, dan cara berpikir. Salah satu instrumen utamanya adalah penggunaan sastra Indonesia sebagai bahan ajar.

Sastra dinilai mampu membantu pemelajar asing memahami realitas sosial, nilai moral, serta relasi kemanusiaan di Indonesia. Dengan begitu, sastra berfungsi sebagai jendela budaya yang mendorong pemelajar untuk berpikir kritis, reflektif, dan empatik.
“Melalui sastra, pemelajar diajak untuk tidak hanya memahami teks, tetapi juga menafsirkan makna, membandingkan budaya, dan merefleksikan pengalaman antarbudaya mereka. Ini pintu masuk untuk memahami dunia,” tegas Dr. Suci.
Webinar ini juga menjadi bagian dari program “UPI Berdampak” yang menitikberatkan pada kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap tantangan global. Dengan memperkuat pembelajaran antarbudaya, UPI berupaya mendorong pendidikan berkualitas yang inklusif serta memperluas kemitraan lintas negara sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Dari diskusi interaktif tersebut, muncul sejumlah rekomendasi strategis bagi pengembangan BIPA kedepan, antara lain perlunya penguatan kurikulum BIPA berbasis sastra dan budaya, integrasi pendekatan antarbudaya dalam pembelajaran, peningkatan kompetensi pengajar BIPA, serta perluasan kolaborasi internasional. Rekomendasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan pembelajaran bahasa di tingkat global.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.30 WIB ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang dinamis antara praktisi dan akademisi. Melalui inisiatif ini, UPI menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia adalah strategi utama untuk memperkenalkan wajah Indonesia sekaligus memperkuat peran bangsa dalam percaturan global dengan semangat “Cintai Indonesia, Jelajahi Dunia.” (DN)

