Kab. Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali meneguhkan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui penyerahan 22 mahasiswa tingkat akhir dan lulusan sebagai guru pengajar tamu. Penugasan ini diperuntukkan bagi Sekolah Rakyat Dasar dan Sekolah Rakyat Menengah Pertama di lingkungan Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Kabupaten Bandung (SRT 4 Kab. Bandung).

Kegiatan serah terima yang berlangsung pada Kamis (13/8) lalu ini bertempat di salah satu ruang kelas tingkat menengah pertama SRT 4 Kab. Bandung. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis UPI, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah VIII Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, serta Kepala SRT 4 Kab. Bandung beserta sebagian besar guru pengajar tamu.

Dalam pengantar serah terima, UPI diwakili oleh Prof. Dr. phil Yudi Sukmayadi, M.Pd., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis, menyampaikan bahwa kegiatan serah terima ini pada dasarnya didorong oleh semangat perguruan tinggi untuk terus berdampak.

“UPI memiliki visi pelopor dan unggul, sebuah ikhtiar untuk mendapatkan luaran-luaran terbaik dari Tridharma Perguruan Tinggi. Rasa-rasanya, semua keunggulan ini tidak ada artinya apabila tidak dapat memberikan dampak kepada masyarakat,” jelas Prof. Yudi.

Wakil Rektor yang mengurusi kemahasiswaan dan alumni di UPI ini menambahkan bahwa kehormatan besar bagi UPI dapat diberikan kesempatan untuk memberi sumbangsih untuk mendidik siswa-siswi terpilih sebagai bagian dari Sekolah Rakyat. Dukungan terhadap kiprah UPI tersebut disampaikan oleh Kepala Cadisdik VIII Disdik Jawa Barat, H. Sriyuda Ermansyah, S.T., M.Si.

Melalui pengantar serah terima kepada pihak sekolah, Kepala Cadisdik VIII menekankan bahwa apresiasi tinggi diberikan kepada UPI sebagai salah satu instansi yang memberi perhatian dalam program Sekolah Rakyat ini. Ia menambahkan bahwa tujuan mulia yang akan diemban para guru pengajar tamu adalah kesempatan pendidikan bagi siswa yang betul-betul tidak mampu. Hal ini dianggap memiliki kait-kelindan dengan perhatian Pemerintah untuk menyediakan layanan pendidikan yang terjangkau seluruh elemen masyarakat serta ketercapaian angka partisipasi sekolah.

“Ini adalah ikhtiar baik dengan perhatian utama kita semua, memberikan layanan pendidikan pada siswa-siswi yang kekurangan secara ekonomi. Provinsi Jawa Barat secara angka partisipasi sekolah baru mencapai 75%, itu artinya masih ada 25% lagi yang menjadi tugas kita bersama bagaimana kita bisa menuntaskan masalah atau kendala dalam sektor pendidikan ini,” tambah Sriyuda.

Dalam kesempatan ini, UPI melakukan serah terima atas 22 orang mahasiswa tingkat akhir dan lulusan sebagai pengajar pada Sekolah Rakyat Dasar dan Sekolah Rakyat Menengah Pertama. Tintin Sri Suprihatin, M.Pd., Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Kabupaten Bandung, menyampaikan bahwa penugasan tim yang diterima dari UPI akan dilaksanakan pada 17 Agustus – 30 September 2026. Hal ini bukan didasari untuk mengganti peran guru di sekolah, melainkan menjadi sebuah tambahan perspektif yang menguatkan kegiatan pembelajaran di sekolah.

Beranjak pada sesi pembekalan, peserta dengan khidmat memperhatikan masing-masing pembicara memberikan modal informasi awal untuk mengerjakan tugas dengan sebaik-baiknya. Prof. Yudi menyampaikan bahwa SRT 4 Kab. Bandung adalah jembatan emas bagi banyak penerima manfaat untuk menghadirkan kebaikan di masa mendatang melalui UPI sebagai salah satu pendidik generasi luar biasa tersebut.

“Kita mengenal sebagian besar keluarga kita yang ditakdirkan dengan keterbatasan ekonomi, bahkan aspek mendapatkan pendidikan bisa sama sekali tidak terpikirkan oleh keluarga kita ini. Bukan tidak mungkin, dengan adanya keterbatasan itu, melalui hal terbaik yang bisa kita hadirkan, dapat menjadi sesuatu yang bermakna bagi keberhasilan para siswa-siswi kita di masa mendatang,” terang Warek V UPI.

Sejurus dengan UPI, Sriyuda menguatkan bahwa setiap anak memiliki potensi untuk berkembang dan tugas bersama dari kita dalah memastikan bahwa tidak ada lagi anak yang kehilangan kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang layak dan bermutu. Menguatkan motivasi para guru pengajar tamu, Kepala SRT 4 Kab. Bandung menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki target koginitif secara khusus. Tintin meyakini bahwa kompetensi anak yang berbeda-beda dapat mendukung munculnya prestasi pada banyak bagian kehidupan peserta didik.

Sriyuda dalam bagian paparannya menyampaikan bahwa salah satu modal penting yang harus dimiliki oleh para guru pengajar tamu adalah sikap adaptif. Mengenal lingkungan satuan pendidikan baru yang ditugaskan dalam waktu yang relatif singkat adalah tantangan tersendiri.

“Saya berharap Bapak dan Ibu dapat segera beradaptasi dengan lingkungan pendidikan di sini, artinya memahami karakter peserta didik, kemudian membangun komunikasi yang baik dengan Kepala Sekolah dan tenaga kependidikan yang ada di sini. Bersama-sama menciptakan suasana pembelajaran yang aman, nyaman, dan juga menyenangkan atau sekolah yang ramah bagi siswanya,” jelas Kepala Cadisdik VIII Disdik Jabar.

Gayung bersambut, tidak hanya sekadar motivasi dari Kepala SRT 4 Kab. Bandung, Tintin menyampaikan bahwa secara umum pihaknya berterima baik dengan mahasiswa dan lulusan yang telah dikenal baik reputasi institusinya. Tintin bahkan memberikan harapan positif bagi segenap peserta pembekalan.

“Mudah-mudahan teman-teman di sini dapat mencurahkan segala usahanya. Ini adalah orang-orang pilihan, kami berharap kerasan dan dapat melaksanakan kegiatan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan,” ujar Tintin.

Pada bagian penutup pembekalan, Prof. Yudi menyampaikan kunci pelaksanaan pembelajaran bagi para peserta didik di SRT 4 Kab. Bandung. Ia menekankan sentuhan kasih sayang, pengalaman, dan teknologi berdampak besar bagi pelaksanaan kegiatan pengajaran.

“Berikan sentuhan kasih sayang kepada karakter mereka, ini menjadi modal utama untuk membina karakter siswa-siswi kita. Berikan sentuhan pengalaman, bagaimana kita dapat mengaktifkan suatu proses pembelajaran yang inovatif, lebih menyenangkan, lebih tepat sasaran, dan lebih kontekstual. Kita tidak hanya berhenti pada aspek kognisi saja, kenalkan siswa-siswi kita dengan perkembangan teknologi saat ini dan semua yang nantinya akan menjadi bekal di masa depan,” tutup Prof. Yudi. (EA/VS/AH)