Garut, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) secara resmi menyerahkan mahasiswa peserta Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 kepada Pemerintah Kabupaten Garut pada Senin (14/9/2026).

Prosesi serah terima yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Garut tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian pada Masyarakat, dan Kemitraan UPI, Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si., serta diterima langsung oleh Bupati Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng.

Secara keseluruhan, kegiatan KKN/P2MB UPI periode ini menerjunkan 376 mahasiswa yang terbagi ke dalam 35 kelompok di 26 desa dan tujuh kecamatan yang tersebar di Kabupaten Garut, Subang, dan Sumedang.

Khusus di Kabupaten Garut, sebanyak 68 mahasiswa dari Program Studi Kepelatihan Fisik Olahraga (KFO) FPOK UPI diterjunkan dalam delapan kelompok untuk mengabdi di delapan desa yang berada di Kecamatan Caringin dan Bungbulang. Para mahasiswa juga didampingi oleh lintas dosen pembimbing lapangan (DPL) dari berbagai fakultas dan kampus daerah UPI.

Dengan mengusung tema “P2MB Kampus Berdampak ‘Sauyunan’: Penguatan Masyarakat Sehat, Aktif, Tangguh, dan Berdaya Saing Berbasis Potensi Kewilayahan”, program ini dirancang responsif terhadap kebutuhan riil warga lokal.

Bupati Garut menyambut positif sinergi strategis perguruan tinggi dengan pemerintah daerah ini, terutama dalam mendorong kualitas sumber daya manusia setempat.

“Permasalahan di Kabupaten Garut, khususnya dalam sektor pendidikan, saat ini masih sangat membutuhkan atensi dan penanganan serius dari kita bersama. Kehadiran para mahasiswa dan dosen pengembang dari UPI diharapkan dapat menjadi penguat dan pendorong utama dalam meningkatkan mutu pendidikan serta kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Garut,” ujar Abdusy Syakur Amin.

Sementara itu, Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si. menegaskan bahwa penyerahan mahasiswa ini merupakan komitmen konkret UPI dalam membumikan kepakaran akademis di tengah masyarakat.

“Melalui semangat ‘Sauyunan’, kami berharap mahasiswa UPI tidak hanya belajar dari kearifan lokal Garut, tetapi juga hadir memberikan dampak nyata bagi terwujudnya masyarakat yang sehat, aktif, tangguh, dan berdaya saing,” tegas Prof. Agus.

Program ini sekaligus menjadi pengejawantahan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), poin 4 (Pendidikan Berkualitas), serta poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). (DN)