Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menegaskan pentingnya integritas, karakter, dan nilai kemanusiaan di tengah perkembangan teknologi dan era Artificial Intelligence dalam pelaksanaan wisuda yang digelar di lingkungan kampus UPI yang dilaksanakan di Gedung Gymnasium UPI Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Jawa Barat. Minggu, (10/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, MWA selaku organ tertinggi universitas menyampaikan sambutannya kepada para wisudawan yang diwakili oleh Sekretaris Majelis Wali Amanat (MWA) UPI, Prof. Dr. Riandi, M.Si menyampaikan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, integritas, dan nilai moral yang akan menjadi bekal utama dalam kehidupan bermasyarakat.

“Ilmiah berarti berpikir objektif, rasional, dan berbasis kebenaran. Hari ini kita hidup di era Artificial Intelligence, namun dunia justru semakin membutuhkan Human Intelligence, bahkan Humanistic Intelligence,” ujarnya dalam pidato wisuda tersebut.

Ia menegaskan bahwa teknologi memang mampu mempercepat pekerjaan, namun integritas tetap menjadi penentu arah penggunaan teknologi tersebut. Nilai-nilai seperti empati, kasih sayang, kejujuran, dan keteladanan dinilai hanya dapat diberikan oleh manusia.

Dalam kesempatan itu, para wisudawan diberikan sejumlah pesan penting sebagai bekal menghadapi masa depan. Pertama, “Values for Value”, yakni memberikan nilai sebelum meminta nilai serta menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi orang lain. Kedua, “Full Commitment, No Conspiracy”, yaitu bekerja secara total, penuh komitmen, tanpa intrik, manipulasi, maupun kepentingan tersembunyi. Ketiga, “Integrity Defender”, yakni keberanian menjaga sistem, menjaga kebenaran, dan mempertahankan integritas meskipun terkadang tidak populer.

Dalam pidato tersebut juga ditegaskan bahwa legalitas belum tentu selalu sejalan dengan legitimasi moral. Oleh karena itu, lulusan UPI diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara aspek hukum dan etika dalam kehidupan profesional maupun sosial.

UPI juga menekankan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan bentuk nyata investasi manusia (human investment) untuk membangun masa depan bangsa. Investasi terbesar suatu bangsa disebut bukan hanya pada gedung, teknologi, maupun sumber daya alam, tetapi pada pembangunan manusia unggul yang memiliki ilmu, karakter, disiplin, dan nilai kehidupan.

“UPI tidak hanya ingin melahirkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga manusia yang kuat secara moral, matang secara emosional, dan luhur secara spiritual,” ungkapnya.

Dalam sambutan tersebut, UPI kembali menegaskan jati dirinya sebagai “Pelopor dan Unggul” yang dibangun di atas nilai-nilai REI, yakni Religius, Edukatif, dan Ilmiah. Selain itu, para wisudawan juga diingatkan bahwa perjalanan setelah lulus tidak selalu mudah. Tantangan, persaingan, tekanan hidup, hingga kegagalan merupakan bagian dari proses kehidupan. Namun yang paling penting adalah bagaimana menjaga arah hidup, kompas nilai, dan integritas.

“Prestasi akan dilampaui generasi berikutnya. Popularitas akan memudar. Tetapi nilai, amal, dan tanggung jawab moral akan tetap melekat dalam kehidupan kita,” menjadi salah satu pesan penutup dalam pidato tersebut.

Di akhir sambutannya, disampaikan pula apresiasi kepada orang tua dan keluarga yang telah membersamai perjuangan para wisudawan hingga mencapai titik kelulusan. “Bangun masa depan dengan ilmu. Bangun karier dengan kerja keras dan integritas. Bangun kehidupan dengan akhlak dan empati,” pesannya kepada seluruh wisudawan.

Melalui momentum wisuda ini, UPI berharap seluruh lulusan mampu menjadi insan profesional yang beretika, membawa manfaat bagi masyarakat, serta menjadi pemimpin masa depan yang menjunjung tinggi integritas dan nilai kemanusiaan. (Rija/RK/DN)