
Bandung, UPI
Suasana hangat terasa pada Ruang Rapat Partere, Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bumi Siliwangi, Kota Bandung pada Selasa (22/9) siang. Pasalnya UPI kembali melaksanakan rapat penyerahan surat keputusan guru besar bagi salah seorang dosen, Dr. Juliana, M.E.Sy. Penyerahan surat keputusan ini disampaikan oleh Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., Rektor UPI beserta para wakil rektor. Turut hadir dalam kegiatan Prof. Dr. Yadi Ruyadi, S.H., M.Si., Ketua Senat Akademik UPI; Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum., Ketua Dewan Guru Besar UPI; Prof. Dr. Ratih Hurriyati, M.P, Dekan Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB), beserta tamu undangan.
Dalam kalimat pembukanya, Rektor UPI menyampaikan apresiasi, rasa kebahagiaan, dan rasa bangga atas pencapaian Dr. Juliana hingga di titik penyerahan surat keputusan guru besar ini.
“Bapak, Ibu, hari ini kita mendapatkan kebahagiaan luar biasa karena kita memperolah lagi satu orang guru besar. Guru besar kita kali ini istimewa karena beliau adalah guru besar pertama PT (Pegawai Tetap- red.) di UPI, ya. Kalau tidak salah juga usianya belum empat puluh tahun,” sambut Rektor UPI.
Menurut Rektor, kebahagiaan ini terasa sangat indah bagi Dr. Juliana. Dosen pada Program Studi Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam (IEKI) ini merupakan guru besar pertama yang berasal dari pegawai tetap atau pegawai yang diangkat oleh UPI. Berusia relatif muda, 39 tahun saat menerima surat keputusan ini, Dr. Juliana juga memiliki perhatian dalam dunia riset. Jurnal binaan Dr. Juliana, Review of Islamic Economics and Finance (RIEF), berhasil terindeks Scopus beberapa hari ke belakang.
Sejurus dengan pandangan Rektor, Ketua Senat Akademik UPI menyampaikan bahwa perkembangan beberapa perguruan tinggi dalam mendorong jurnal yang terindeks Scopus semakin pesat. Prof. Yadi menyampaikan bahwa Dr. Juliana dapat menjadi konsultan yang dapat membantu dan mendukung pengelola jurnal lainnya agar dapat melesat di kemudian hari. Prof. Yadi menyampaikan dukungan dan ucapan selamat pada Dr. Juliana.
“Kami mengucapkan selamat pada Pak Juliana, semoga dengan capaian gelar jabatan tertinggi dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. Ini menyadarkan kita semua bahwa kita sebagai guru besar, ada tanggung jawab besar yang kita pegang,” ujar Prof. Yadi.

Pada bagian lainnya, Ketua Dewan Guru Besar UPI menyampaikan bahwa momen istimewa bagi dosen tetap non-PNS yang menjadi guru besar di UPI. Prof. Dadang mengemukakan bahwa dalam surat keputusan tersebut Dr. Juliana tercatat memiliki guru besar dengan bidang kepakaran dalam bidang Ekonomi Islam dan Industri Halal. Prof. Dadang menegaskan bahwa sentuhan keilmuan dari Pak Juliana diharapkan dapat menguatkan Halal Center yang telah UPI dirikan sebelumnya. Dengan pengharapan besar dan penuh rasa syukur, Dr. Juliana menyampaikan rasa bahagianya dalam forum.
“Pertama-tama ini suatu rasa syukur yang begitu besarnya, tidak menyangka bahwa September itu adalah bulan yang ceria. Setelah menunggu beberapa lama akhirnya kita mendapat notifikasi dari email bahwa jurnal yang dikelola diterima untuk terindeks Scopus, muncul kemudian surat keputusan dari Kementerian akhirnya telah ditandatangani oleh Menteri,” ujar Juliana
Rektor UPI memberi apresiasi kepada guru besar UPI ke-233 ini. Rektor berharap agar Dr. Juliana dapat semakin mengoptimalkan ilmu yang dimiliki serta membagi praktik baik pengelolaan jurnal pada setiap unit akademik di UPI.
“Besar harapan saya, Pak Juliana bisa memberikan tips dan trik agar lebih banyak guru besar berusia muda muncul. Apalagi Pak Juliana ini adalah salah seorang dari tim yang ‘memprovokasi’ terkait jurnal, beliau memiliki networking dengan relawan jurnal yang turut membantu hubungan beberapa jurnal yang lain dengan kampus lain. Saya ucapkan terimakasih,” tutup Rektor. (EA/DN)

