Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia Dr. Heny Hendrayati, S.IP.,MM menjadi narasumber Hybrid TYCOON Talk Series Year 2 (16/5/2025).

Kegiatan diselenggarakan oleh STI West Negros University, College of Business Management and Accountancy (CBMA)berkerjasama dengan FPEB UPI dengan mengangkat tema Tema Acara: “Sustainable Global Action: Advancing Humanity’s Survival and Prosperity through the UN SDGs”
Kegiatan ini meruapakan kolaborasi lintas negara antara Indonesia dan Filipina dalam membahas isu-isu penting seputar keberlanjutan, tata kelola, dan peran generasi muda dalam pembangunan ekonomi global berlandaskan SDGs (Sustainable Development Goals).

Kegiatan diselenggarakan secara hybrid di Teodoro Hall, STI West Negros University (Filipina). Kegiatan diihadiri Peserta: Mahasiswa, dosen, dan profesional dari Filipina, Indonesia, termasuk lembaga pemerintah dan NGO.
Hybrid TYCOON Talk Series diisi oleh narasumber yaitu Dr. Yasmin P. Dormido, LPT yang merupakan Broadcast Journalist & Head of External Affairs and Linkages yang memabahas topik Topic: Impact of Globalization on Governance and Business. Narsumber berikutnya yaitu Dr. Heny Hendrayati, S.IP., MM dari FPEB UPI yang memabahas Topic: Empowering Youth Entrepreneurship in Indonesia: Strengthening Governance for Sustainable Economic Development

Pada kegiatan Hybrid TYCOON Talk Series ini, Dr. Heny Hendrayati, S.IP., MM menyoroti pentingnya peran kewirausahaan pemuda dalam mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Indonesia memiliki bonus demografi dengan proporsi besar generasi muda, sehingga perlu strategi konkret untuk memberdayakan potensi mereka menjadi wirausaha inovatif dan berdaya saing.
Menurutnya pemberdayaan ini tidak cukup hanya melalui pelatihan dan pembiayaan, tetapi harus dibarengi dengan tata kelola (governance) yang kuat dan kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta, lembaga pendidikan, serta komunitas lokal. Governance yang dimaksud meliputi kebijakan yang adaptif, sistem perizinan yang ramah pemula, insentif fiskal, serta akses digital dan pasar global.

Selanjutnya Dr. Heny Hendrayati, S.IP., MM membahas penguatan kewirausahaan pemuda juga harus memperhatikan aspek inklusivitas, keberlanjutan lingkungan, dan pemanfaatan teknologi. Dengan pendekatan ini, wirausaha muda tidak hanya menjadi pencipta lapangan kerja, tetapi juga aktor penting dalam transformasi ekonomi nasional menuju arah yang lebih tangguh, hijau, dan adil.
Dr. Heny Hendrayati, S.IP., MM mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia telah menetapkan berbagai kebijakan strategis untuk mendorong kewirausahaan pemuda sebagai pilar pembangunan ekonomi berkelanjutan. Peraturan Presiden No. 2 Tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional (PKN) menjadi landasan utama dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang inklusif dan kolaboratif, dengan pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.
‘’Di sektor pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menginisiasi Program Wirausaha Merdeka (WMK) yang melibatkan lebih dari 38 perguruan tinggi untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan bisnis dan inovasi berbasis teknolog’’ujarnya.
Melalui sinergi antar pemangku kepentingan dan penguatan regulasi, Indonesia dapat menciptakan ekosistem kewirausahaan muda yang sehat dan berkelanjutan, sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi jangka Panjang (Kontributor Humas UPI/FPEBUPI)

