
Bandung, UPI
Tentu saja fakultas sangat beruntung mendapatkan peralatan yang cukup mahal ini. Peralatan ini merupakan alat-alat yang pertama yang ada di perguruan tinggi di Indonesia, nilainya hampir mencapai 1 miliar. Peralatan ini merupakan grant dari Pemerintah Republik Korea melalui program Leading University Project for International Cooperation (LUPIC) Sogang University.

Peralatan ini dipergunakan untuk kebutuhan teaching materials khususnya bagi Prodi Pendidikan Kimia dan Prodi Kimia Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Alat-alatnya berupa 3D Printer filament dan resin, CNC laser cutting, 3D scanner, UV printer, dan vinyl cutting.
Dekan FPMIPA UPI Prof. Dr. H. Tatang Herman, M.Ed., menyampaikan hal tersebut dalam sebuah wawancara usai ikut meresmikan Fablab Edu di Gedung FPMIPA C Kampus UPI Bumi Siliwangi Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Selasa (14/5/2024).
Prof. Tatang Herman kembali mengungkapkan,”Fabrication Laboratory Education (Fablab Edu) atau laboratorium fabrikasi digital, adalah tempat bermain, berkreasi, belajar, membimbing, dan menciptakan tempat belajar dan berinovasi. Fablab menyediakan akses terhadap lingkungan untuk memiliki keterampilan, dan memanfaatkan bahan dan teknologi canggih yang memungkinkan siapa pun, di mana pun, untuk membuat apa saja.”
Untuk pendidikan, ungkapnya lagi, Fablab didedikasikan untuk memperluas peluang berkorelasi dalam pembelajaran, misalnya untuk pengalaman untuk belajar dalam bidang Sains, Teknologi, Teknik, Seni, dan Matematika (STEAM). Sebenarnya, Fablab yang didirikan di UPI merupakan Fablab pertama yang didirikan untuk Universitas di Indonesia.
Prof. Tatang Herman menuturkan,” Fablab sendiri diraih atas kerja sama UPI dengan Leading University Project for International Cooperation (LUPIC). Selain UPI, kerja sama ini juga dilakukan dengan Unnes dan Undiksha, dimana UPI menjadi tuan rumah bagi Indonesia.”
Kerja sama ini diawali dengan ditandatanganinya MoU antara Rektor UPI dan Rektor Sogang University pada awal tahun 2023. Pertemuan dilanjutkan pada Juni 2023. Pertemuan ini membahas program singkat selama 6 tahun, dan tujuan komprehensif yang harus dicapai untuk tahun pertama kerjasama antara LUPIC.

Ada 4 hal yang ingin dicapai dalam kerja sama ini. Salah satunya adalah membuka kursus desain menggunakan Fablab. Berdasarkan hal tersebut, UPI mendapatkan hibah untuk mendirikan Fablab dengan total peralatan yang disediakan oleh LUPIC sebesar Rp. 776.500.850.-.
“Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, peralatan yang dibeli antara lain laser cutting, bermacam macam 3D printer, UV print, UV DTF, dan scanner,” ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, LUPIC juga mendukung kegiatan lainnya seperti dukungan kepada 3 dosen Prodi Kimia dan Pendidikan Kimia untuk mengikuti joint International Conference, Pengabdian Kepada Masyarakat, hingga pemberian 20 set kit mikro organik produksi Iwaki.

Saat ini, kerja sama tersebut sudah berjalan untuk tahun ke-2. Prof. Tatang Herman berharap, kerja sama ini dapat meningkatkan pendidikan kimia dan sains di Pulau Jawa dan Bali bagian utara, dan melalui kerja sama ini pula pada akhirnya bisa menyelesaikan ketimpangan pendidikan antar daerah di Indonesia.
“Ketimpangan pendidikan tersebut diselesaikan melalui program peningkatan kapasitas pendidikan kimia dan meningkatkan lingkungan pendidikan pada universitas-universitas di Indonesia. Kedua, memperkuat kemampuan ilmiah dan pendidikan para guru sains masa depan. Ketiga, membentuk sistem kerja sama pendidikan online yang berkelanjutan untuk pelajar di pulau tersebut. Terakhir, mempromosikan kegiatan kontribusi pendidikan bagi masyarakat lokal,” ungkapnya. (dodiangga)



