Bandung, UPI
Sekretaris Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. Tatang Muhtar, M.Si., beserta anggota, dan Rektor UPI Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., melakukan Kunjungan Kerja MWA UPI ke Kampus UPI di Cibiru. Tujuannya adalah dalam rangka untuk menyesuaikan dan mengoptimalkan perkembangan pembangunan Kampus UPI di Cibiru. Pertemuan berlangsung di Auditorium Kampus UPI di Cibiru Jalan Pendidikan No. 15, Kabupaten Bandung, Senin (3/6/2024).
Menurut Rektor UPI, kunjungan kerja ini terkait dengan masa akhir jabatan MWA periode 2020/2025. Maksud dan tujuan Sekretaris MWA UPI dan anggota yang hadir mewakili Ketua MWA UPI datang ke kampus-kampus UPI di daerah adalah untuk melihat apakah ada perubahan yang signifikan dalam pembangunan kampus UPI di daerah, salah satunya yaitu di Cibiru dan Tasikmalaya.
Berdasarkan hasil temuan, dalam 2 tahun terakhir sudah terlihat adanya perubahan di sektor sarana dan prasarana. UPI sudah membangun untuk melengkapi apa-apa yang dibutuhkan, diharapkan dengan kelengkapan ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk mengisi dengan program-program yang nyata.
Dikatakannya,”Alhamdulillah sebagaimana disaksikan, kita bisa melihat bagaimana komentar dan masukan dari MWA, dan MWA melihat langsung bagaimana perbandingan kunjungan antara dua tahun yang lalu dengan sekarang yang terjadi. Alhamdulillah secara fisik dan sarana prasarana, kita sudah membangun kampus ini untuk melengkapi apa-apa yang diperlukan oleh UPI dan mudah-mudahan dengan kelengkapan ini, menjadi tantangan bagi kita semua untuk mengisi. Apalah artinya gedung dan sarana dan prasarana ini kalau tidak dilengkapi dan tidak diisi dengan program-program yang nyata.”
Tugas berikutnya adalah optimalisasi dari pemanfaatan sarana dan prasarana yang dimiliki. Persoalan tidak pernah berhenti, berbagai tantangan harus dikaji dan dirumuskan lagi sehingga betul-betul in line dengan kebutuhan dan tantangan zaman.
“Ini seperti yang dipesankan oleh saya sendiri, oleh teman-teman MWA, adalah tugas berikutnya bagaimana optimalisasi dari pemanfaatan sarana dan prasarana yang dimiliki ini. Tentu ke depan persoalan tidak pernah berhenti, ada berbagai tantangan persoalan yang dibicarakan, terutama menyangkut masalah manajemen ke depan, dan tentu itu adalah PR masa depan kita yang harus dikaji lagi dan dirumuskan lagi, sehingga UPI ke depan betul-betul in line dengan kebutuhan dan tantangan zaman,” tegas Prof. Solehuddin.
Bagaimana kita membuat kualitas itu menjadi setara, tanya Prof. Solehuddin, saya tidak ingin ada kampus nomor dua di UPI. Diperlukan pendekatan klasterisasi, supaya prodi-prodi yang dikembangkan Kampus UPI di Cibiru itu sejenis, ini penting untuk efisiensi sehingga pemanfaatan sarana dan prasaranya akan menjadi maksimal.
“Oleh karena itu, dengan hadirnya gedung baru di lingkungan Kampus UPI di Cibiru adalah PR bagi kita semua untuk memaksimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana yang ada,” ujarnya.
Selain mengoptimalkan sarana dan prasarana, lanjutnya, tentunya kita juga harus memperhatikan sumber daya manusianya. Pilihlah SDM-SDM yang berkualitas. Ciri-ciri kampus modern adalah kualitas, yang memiliki standar kualitas dan standar pelayanan, lakukan perbaikan dan percepatan. (dodiangga)

