Program Studi Film dan Televisi, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain akhirnya berhasil mencetak salah satu mahasiswanya sebagai bagian dari 33 mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia yang lolos program Kampus Merdeka, yaitu beasiswa nasional Kemendikbudristek yang dikenal sebagai Indonesian International Student Mobility Award (IISMA). Hasna Hanafi Rustam adalah salah satu dari 50 awardees program mobilitas internasional IISMA di Mahidol University, Salaya, Thailand.

Hasna Hanafi Rustam merypakan mahasiswa angkatan 2021 Program Studi Film dan Televisi Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) UPI ini berhasil melewati beberapa tahapan pemberkasan dan wawancara dalam seleksi beasiswa IISMA yang seluruh tahapannya menggunakan bahasa inggris sebagai pengantar, dengan proses yang berjalan kurang lebih satu tahun termasuk tahapan persiapan pendaftaran.

Persiapan pendaftaran IISMA dimulai dengan tes PTESOL yang mengukur kualifikasi bahasa inggris mahasiswa yang diselenggarakan oleh DIA UPI (Directorate of International Affairs UPI). DIA UPI memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa yang tertarik mendaftar program IISMA ini dengan juga memfasilitasi pelatihan bahasa inggris sesuai jenis tes bahasa inggris (Duolingo/IELTS/TOEFL) yang merupakan salah satu dokumen wajib yang digunakan untuk mendaftar program IISMA.

Tidak hanya itu, DIA UPI juga memberikan kupon tes inggris gratis bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan pelatihan bahasa inggris yang diselenggarakan dengan durasi selama kurang lebih 3  bulan. Dukungan dari DIA UPI sangat membantu calon awardee IISMA, termasuk Hasna yang juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan DIA UPI.

Menurut Hasna, untuk menjadi awardee IISMA, poin penting selain hasil tes bahasa inggris adalah poin keaktifan dan prestasi yang mendukung. Selama berkuliah di Program Studi Film dan Televisi, Hasna aktif mengikuti kegiatan dan organisasi baik di kampus maupun diluar kampus sebagai anggota himpunan program studi, juga turut berkontribusi menjadi panitia dalam beberapa kegiatan yang diadakan program studi seperti pameran maupun screening film.

Selain kegiatan kampus, Hasna juga mendapatkan prestasi di luar kampus. Film animasi yang digarap tim Hasna berhasil lolos ke festival-festival film nasional dan internasional. Di fase magang, Hasna juga mengikuti program Kampus Merdeka, Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Batch 6 di PT Paragon Technology and Innovation. Walau aktif, Hasna tetap mengikuti kegiatan akademis (perkuliahan) dengan tekun sehingga mendapatkan IPK yang cukup untuk proses pendaftaran IISMA.

Dengan penempatan Mahidol University International College (MUIC) selama program IISMA, Hasna mempelajari beberapa mata kuliah seperti Introduction to Thai Language and Culture, Storytelling by Design, Thai and ASEAN Cinema, dan Visual Culture and Sociology. Pemilihan beberapa mata kuliah ini bertujuan untuk mendukung dan mengembangkan pengetahuan kesenian yang didapat di Program Studi Film dan Televisi, sekaligus memperkaya pengetahuan tentang negara yang ditempati selama perkuliahan.

Selama berkuliah di MUIC, Hasna menghasilkan beberapa output berupa final project dari mata kuliah yang diambil. Salah satunya adalah final project dari mata kuliah Storytelling by Design berupa buku cerita anak dengan topik Gender Socialization. Karya buku ini secara tidak langsung membawa budaya Indonesia kepada mahasiswa Thailand maupun mahasiswa dari negara lainnya dengan unsur-unsur Indonesia yang ditampilkan. Karya ini sukses mendapatkan apresiasi yang memuaskan baik dari dosen maupun teman sekelas.

Di mata kuliah Introduction to Thai Language and Culture, Hasna mempelajari frasa dan kultur Thailand yang membantunya dalam kehidupan sehari-hari disana. Dari mulai memesan makanan, mengetahui arah jalan, dan memperkenalkan diri, Hasna mengaplikasikan apa yang dipelajarinya dalam mata kuliah tersebut dengan cara mencoba berkomunikasi menggunakan bahasa Thailand dengan warga lokal. Beberapa mahasiswa internasional juga turut mengambil mata kuliah ini sehingga memberikan kesempatan bagi Hasna untuk membangun koneksi dan komunikasi dengan mahasiswa exchange dari berbagai negara lain, diantaranya Jerman, Itali, Filipina, Amerika, Hongkong, Vietnam, dan Korea Selatan.

Selain itu, Hasna juga berkesempatan untuk mengikuti beberapa screening + talkshow dari beberapa filmmaker yang diundang khusus untuk mata kuliah Thai and ASEAN Cinema. Di mata kuliah ini, Hasna mempelajari sejarah dan karakteristik perfilman di wilayah ASEAN, termasuk Indonesia dan Thailand. Adapun beberapa talkshow yang dihadiri Hasna selama mengikuti mata kuliah ini adalah talkshow bersama Tom Waller (Sutradara film ‘The Cave’), talkshow bersama Bible Wichapas Sumettikul (Aktor Thailand), talkshow bersama Sorayos Prapapan (Sutradara film ‘Arnold is A Model Student’). Selain talkshow, di mata kuliah ini Hasna juga berkesempatan untuk mengunjungi Thai Film Archive, museum arsip perfilman yang isinya memuat pengalaman interaktif dalam mengenal  baik sejarah film secara umum maupun sejarah film di Thailand.

Hasna beserta 49 awardee Mahidol lainnya juga mengadakan acara kebudayaan Indonesia untuk memperingati Hari Batik yang diberi nama ‘Asmaraloka’. Acara yang bertempat di Mahidol Learning Center, Mahidol University ini sukses dilaksanakan dengan kurang lebih 200 orang partisipan baik mahasiswa Mahidol University sendiri maupun dosen dan beragam tenaga kerja lokal Thailand dan berbagai negara lainnya. Hasna sendiri ikut berpartisipasi sebagai panitia sekaligus model dalam acara utama Asmaraloka yaitu Fashion Show Batik. Asmaraloka juga menghadirkan berbagai kegiatan lainnya seperti performance tari tradisional, permainan tradisional, membatik, dan booth makanan indonesia. Acara ini memiliki tujuan utama untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada warga lokal, khususnya mahasiswa Mahidol University.

Selain kegiatan akademik, Hasna juga mengikuti beberapa kegiatan non-akademik yang disediakan oleh Mahidol University, yaitu ada hiphop dance class dan contemporary dance class yang merupakan kelas tarian gabungan antara tarian klasikal dan performance art. Disamping itu, Hasna juga berkesempatan untuk menjadi pemeran utama dari film ‘Beyond The Silence’, film pendek yang merupakan final projectdari mata kuliah Cinematic Language and its Application. Film ini ditayangkan di auditorium Mahidol University dan ditonton oleh beragam mahasiswa dan dosen dari berbagai jurusan.

Selain mendapatkan suasana pembelajaran yang baru, program IISMA memberikan pengalaman dan koneksi yang tidak dapat dilupakan. Menurut Hasna, ia mendapatkan wawasan tentang etnis, ras dan kebudayaan yang berbeda, cara pandang mahasiswa internasional, serta pertukaran budaya yang sangat berkesan selama mengikuti program ini. Hasna juga dapat mempelajari seluk beluk kehidupan di luar negeri yang tentunya berbeda jika hanya datang sebagai turis. Walaupun sempat mengalami culture shock dengan sulitnya berkomunikasi dengan bahasa yang berbeda dan sulitnya menemukan makanan halal, namun hal tersebut menjadi tantangan tersendiri yang diharapkan menjadi pengalaman berharga sepulangnya Hasna ke Indonesia.