
Bandung, UPI
Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Kajian Titik-Temu: Beragama Inklusif, Membangun Indonesia yang Setara” di Auditorium FPEB UPI. Acara ini menjadi forum penting untuk menggali pemikiran keislaman yang inklusif dan relevan dengan konteks kebangsaan Indonesia saat ini (28/5).
Kegiatan ini menghadirkan Omi Komaria Madjid, Ketua Dewan Pembina Nurcholish Madjid Society (NCMS), sebagai keynote speaker. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya menyebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, serta memperjuangkan kesetaraan dalam kehidupan beragama, politik, dan ekonomi sebagai fondasi Indonesia yang damai dan adil.
Diskusi dilanjutkan oleh para narasumber utama, yakni Muhammad Wahyuni Nafis, M.A. (Ketua NCMS), Sukidi, Ph.D. (Pemikir Kebinekaan), serta Prof. Dr. Munawarahmat, M.Pd. (Dosen Pendidikan Agama Islam UPI). Mereka mengupas relevansi pemikiran Cak Nun, sapaan akrab Muhammad Ainun Nadjib, dalam mempromosikan Islam yang inklusif, toleran, dan modern di tengah masyarakat yang majemuk.
Dekan FPIPS, Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.Pd., S.I.P., S.A.P., S.H., M.H., M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa pemikiran Cak Nun perlu dipahami oleh generasi muda karena relevansinya yang kuat dalam membangun bangsa yang inklusif dan ber-Pancasila.
“Fakultas menyambut baik diskusi ini sebagai bagian dari upaya menegakkan kampus yang ilmiah, edukatif, dan religius,” ujarnya. “Diskusi ini silahkan dinikmati dengan jernih dengan akal sehat,” jelasnya.
Hal senada juga ditegaskan oleh Wakil Rektor IV UPI, Prof. Dr. Bunyamin Maftuh, M.Pd., M.A., yang menyatakan bahwa UPI sebagai lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai moderasi dan toleransi pada calon-calon guru masa depan.
“ini sebuah kegiatan yang bagus untuk memberikan pencerahan kepada kami, tentang pemikiran-pemikiran dari Nurcholish Madjid. Kita akan belajar gagasan-gagasan mulia tentang inklusivitas, tentang kesetaraan, tentang moderasi. Sesuatu yang penting bagi UPI,” paparnya.
Peserta kegiatan terdiri dari mahasiswa internal UPI maupun mahasiswa undangan dari luar kampus. Suasana diskusi berlangsung hangat, reflektif, dan penuh semangat kebangsaan.
Melalui acara ini, FPIPS UPI memperkuat komitmennya untuk terus menjadi ruang intelektual yang mempromosikan nilai-nilai keislaman yang terbuka dan konstruktif dalam membangun Indonesia yang setara dan berkeadaban. (CS)

