
Bandung, 14 Juni 2025
Komitmen Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) dalam mendukung asesmen nasional pendidikan kedokteran kembali diwujudkan melalui suksesnya pelaksanaan Uji Progres AIPKI Periode Juni 2025. Kegiatan ini berlangsung serentak di seluruh fakultas kedokteran anggota Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI), dan FK UPI menjadi salah satu institusi yang berpartisipasi aktif dengan standar pelaksanaan yang tertib dan profesional.
Dari Simulasi hingga Pelaksanaan: Kolaborasi Tim yang Solid
Uji Progres AIPKI dilaksanakan pada Sabtu, 14 Juni 2025, mulai pukul 07.00 WIB di Gedung Fakultas Kedokteran UPI, menggunakan sistem Computer-Based Test (CBT). Sebanyak 41 mahasiswa angkatan 2023 mengikuti asesmen ini secara penuh, yang dipersiapkan dengan prosedur teknis yang matang.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, FK UPI membentuk tim pelaksana berdasarkan Surat Tugas Dekan Nomor B-842/UN40.A9/PK.03/2025, yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, teknisi laboratorium komputer, hingga pengawas ujian. Mereka telah menjalani proses briefing dan simulasi sistem untuk memastikan kesiapan penuh sebelum hari pelaksanaan.
Assessment for Learning: Uji Progres sebagai Cermin Capaian dan Perbaikan
Sebagai asesmen longitudinal berbasis kurikulum nasional, Uji Progres bukanlah sekadar ujian biasa. Ia merupakan “assessment for learning” — yang berarti hasilnya tidak hanya menunjukkan performa mahasiswa, tetapi juga menjadi umpan balik bagi institusi untuk mengevaluasi proses belajar-mengajar dan menyempurnakan strategi kurikulum.
FK UPI sendiri telah menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh kegiatan ini melalui surat resmi yang ditandatangani oleh Dekan, Prof. dr. Hamidie Ronald Daniel Ray, M.Pd., Ph.D., termasuk berkontribusi dalam penyusunan soal, memberikan dukungan infrastruktur dan SDM, serta menanggung biaya kontribusi institusi sesuai ketentuan AIPKI.


Menuju Asesmen yang Transparan dan Adaptif
Kegiatan Uji Progres ini merupakan bagian dari serangkaian program nasional AIPKI, yang mencakup tahapan penyusunan soal bersama, pelatihan validasi soal, simulasi sistem, hingga pelatihan analisis hasil asesmen yang akan dilakukan setelah pengumuman nilai, dijadwalkan pada 16 Juli 2025.
Dengan partisipasi aktif ini, FK UPI menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pendekatan asesmen yang transparan, adaptif, dan berbasis data. Ini sejalan dengan prinsip Programmatic Assessment, di mana berbagai metode evaluasi dirancang sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi dalam menilai kesiapan mahasiswa menjadi dokter yang profesional.
Konklusi: Pilar Mutu dan Kolaborasi Nasional
Kesuksesan pelaksanaan Uji Progres AIPKI di FK UPI tidak hanya mencerminkan kesiapan teknis dan manajerial, tetapi juga nilai kolaborasi antarinstitusi untuk membangun standar pendidikan kedokteran yang kuat dan terintegrasi secara nasional.
Dengan semangat evaluasi berkelanjutan dan penguatan mutu berbasis data, FK UPI menegaskan dirinya sebagai bagian aktif dalam ekosistem pendidikan kedokteran Indonesia yang unggul dan bertanggung jawab. (Humas FK UPI | CS)

