Ciamis, 19 Juni 2025

Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Forum Pendidikan Tinggi Teknik Indonesia (FPTI) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMK LPS 1 Ciamis. Kegiatan ini mengusung tema “Pelatihan Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) bagi Guru SMK Swasta” sebagai respon atas kebutuhan guru dalam memahami pendekatan baru dalam dunia pendidikan, khususnya di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan.

Kebijakan pembelajaran mendalam (deep learning) saat ini menjadi salah satu fokus dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Pembelajaran mendalam bukan sekadar metode pengajaran, melainkan pendekatan holistik yang menekankan aspek mindful (kesadaran), meaningful (bermakna), dan joyful (menyenangkan) dalam proses belajar. Sayangnya, pelatihan dan pendampingan untuk guru-guru SMK swasta masih belum merata. Untuk menjawab tantangan tersebut, tim dosen dan mahasiswa dari Prodi Pendidikan Teknik Mesin FPTK UPI hadir memberikan pelatihan kepada 40 guru dari SMK LPS 1, SMK LPS 2, dan beberapa SMK swasta lainnya di wilayah Ciamis.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada Kamis, 19 Juni 2025, bertempat di aula SMK LPS 1 Ciamis, berlangsung dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FPTK UPI, Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si., yang juga tergabung sebagai pemateri dalam kegiatan ini. Turut hadir dalam pembukaan, Ketua Yayasan LPS Ciamis Drs. Akasah, MBA, Kepala SMK LPS 1 H. Didin Asopwan, M.Pd., serta Kepala SMK LPS 2 Muhammad Taupik, S.Pd.

Tiga Materi Inti: Deep Learning dan Pemanfaatan AI

Pelatihan ini terbagi menjadi tiga sesi utama yang mengintegrasikan teori, kebijakan, dan praktik teknologi dalam pembelajaran mendalam.

Sesi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Amay Suherman, M.Pd., yang membahas “Evaluasi Pembelajaran dalam Pembelajaran Mendalam”. Materi ini memberikan gambaran mengenai pentingnya evaluasi berbasis kompetensi holistik, sejalan dengan dimensi profil pelajar Pancasila. Evaluasi bukan hanya mengukur kognitif, tetapi juga sikap dan keterampilan siswa dalam konteks deep learning.

Sesi kedua dilanjutkan oleh Prof. Dr. H.R. Aam Hamdani, M.T., dengan topik “Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Mendalam”. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk mencoba platform dan aplikasi berbasis AI yang dapat membantu guru menyusun perangkat pembelajaran secara efisien dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Kehadiran teknologi dalam pendidikan menjadi penunjang penting dalam mewujudkan pembelajaran yang adaptif dan kontekstual.

Sesi ketiga, yang juga menjadi penutup materi, disampaikan oleh Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si., membawakan topik “Konsep, Kebijakan, dan Aplikasi Deep Learning dalam Konteks SMK”. Materi ini mengupas landasan filosofis dan teknis implementasi deep learning khusus untuk SMK, serta strategi integrasinya ke dalam proses pembelajaran vokasional yang berbasis proyek dan kontekstual industri.

Seluruh sesi dipandu oleh moderator dari kalangan dosen FPTK UPI, di antaranya H. Enda Permana, M.Eng., Prof. Dr. Bambang Darmawan, M.Pd., dan Prof. Dr. Ida Hamidah, M.Si.

Harapan untuk Pemerataan Mutu Pendidikan

Melalui kegiatan ini, tim PkM Prodi Pendidikan Teknik Mesin FPTI UPI berharap bahwa pemahaman dan keterampilan guru dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam dapat meningkat secara signifikan, tidak hanya di sekolah negeri tetapi juga di lingkungan sekolah swasta yang selama ini relatif kurang mendapatkan akses pelatihan sejenis.

Ketua Tim PkM, Dr. Kamin Sumardi, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata dari peran perguruan tinggi dalam menjembatani kebijakan pendidikan dengan praktik pembelajaran di lapangan. “Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi pemicu gerakan bersama untuk membangun mutu pendidikan SMK yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing tinggi,” ujarnya. (Kontributor FPTI | CS)