Bandung, 6 Juli 2025

Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema “Aktivitas Fisik untuk Mencegah Demensia” yang dilaksanakan di Wisma Lansia J.S. Nasution, KPAD Bandung.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen FK UPI dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan solusi kesehatan berbasis riset kepada masyarakat. Fokus kegiatan kali ini adalah edukasi promotif dan preventif terhadap risiko demensia pada lansia melalui pendekatan aktivitas fisik.

PKM ini dipimpin oleh dr. Ela Kustilah, Sp.S., dosen dan dokter spesialis neurologi FK UPI, didampingi oleh Dr. dr. Lucky Angkawidjaja R, M.Pd. dan dr. Muhammad Ersyad Hamda, M.Kes. Ketiganya dikenal aktif dalam upaya pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan edukatif di bidang kesehatan.

Kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan susunan acara sebagai berikut:

  • Senam Bersama (07.00–07.30): Pembukaan dengan aktivitas fisik ringan.
  • Tes Memori (07.30–08.00): Screening awal untuk mendeteksi potensi gejala demensia.
  • Cek Gula Darah & Kolesterol (08.00–08.30): Pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta.
  • Penyuluhan & Sosialisasi (08.45–10.30):
    • Sambutan dari pengurus Wisma Lansia, Ibu Nia.
    • Sambutan dari FK UPI oleh Dr. dr. Lucky Angkawidjaja R, M.Pd.
    • Penyuluhan utama oleh dr. Ela Kustilah, Sp.S. tentang deteksi dan pencegahan demensia.
  • Bakti Sosial: Penyerahan bingkisan kepada lansia dan pembagian doorprize.

Dalam pemaparannya, dr. Ela Kustilah menjelaskan bahwa demensia merupakan sindrom degeneratif yang menyerang memori dan fungsi kognitif, terutama pada lansia. Ia menekankan bahwa olahraga teratur, interaksi sosial aktif, serta pola makan bergizi dapat membantu memperlambat gejala dan meningkatkan kualitas hidup.

“Berjalan kaki, senam ringan, atau bahkan bermain dengan cucu dapat memberikan stimulasi otak yang sangat berarti bagi lansia,” ujar dr. Ela berdasarkan studi neurologis terkini.

Kegiatan PKM ini disambut antusias oleh para peserta dan pengelola wisma. “Kami sangat terbantu. Selain pemeriksaan kesehatan, para lansia juga mendapatkan pengetahuan yang bisa mereka praktikkan sehari-hari,” ungkap Ibu Nia, salah satu pengurus wisma.

Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama:

  • Poin 3: Kehidupan Sehat dan Kesejahteraan (Good Health and Well-being)
  • Poin 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education)

Dengan pendekatan edukatif berbasis sains yang mudah dipahami, PKM FK UPI membuktikan bahwa institusi pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, sekaligus mendorong pencegahan penyakit secara holistik.

Melalui kegiatan ini, FK UPI mewujudkan visinya sebagai institusi yang unggul dalam pencegahan penyakit degeneratif melalui aktivitas fisik. Tak sekadar kegiatan akademik, PKM menjadi bentuk nyata keterlibatan FK UPI dalam membangun kesadaran dan kemandirian masyarakat untuk hidup sehat. (Kontributor)