Canberra, UPI

Lydia Kusdyanti Iasya, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) dan Venus Zauhair Amru, mahasiswa Program Internasional Pendidikan IPA (IPSE), Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), merupakan perwakilan dari Universitas Pendidikan Indonesia dalam Program Guru Bantu Australia tahun ini yang berkesempatan mengikuti serangkaian kegiatan akademik internasional di Canberra, Australia, pada awal Agustus 2025. Kegiatan ini melibatkan kunjungan, konferensi, dan workshop yang relevan dengan pengajaran bahasa serta penguatan kompetensi guru di kancah global.

Pada salah satu agenda, Lydia dan Venus bersama Prof. Yuli Rahmawati selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra disambut hangat saat kedatangannya oleh Mrs. Margo Smith, guru Bahasa Indonesia di St. Clare of Assisi School. Pertemuan ini menjadi ajang pertukaran pandangan mengenai pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah Australia serta peluang kerja sama pendidikan antarnegara.

Lydia dan Venus juga menghadiri Mini Conference di Burgman Anglican School yang diselenggarakan oleh Modern Language Teachers’ Association. Dalam kegiatan tersebut, ia mengikuti dua sesi penting, yaitu Foundation of Comprehensible Input (CI) Skills bersama Ibu Mei Turnip dan AI Tools for Language Teachers bersama Ibu Myriam Davies dan Ibu Gaelle Pajot.

Selain itu, mereka pun berpartisipasi dalam workshop bertema Building on Students’ Strengths: How can you build on the linguistic resources of the multilingual and multidialectal students in your classroom yang dibimbing oleh Dr. Jacqueline D’warte. Workshop ini diselenggarakan oleh Association of Teachers of English to Speakers of Other Languages (ATESOL) dan bertempat di Sacred Heart School, Canberra.

Kegiatan-kegiatan ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas yang menekankan pentingnya peningkatan keterampilan pendidik, pemerataan akses pendidikan, dan penguatan kompetensi dalam konteks multibahasa serta multikultural. Melalui partisipasinya, Lydia tidak hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga menjadi duta pendidikan Indonesia yang mendorong kolaborasi global dalam bidang pengajaran bahasa.