
Bandung, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) resmi melantik sejumlah pejabat struktural untuk masa bakti 2025–2030. Pada kesempatan yang sama, UPI juga membentuk direktorat baru sebagai langkah strategis dalam menghadapi tantangan dan perkembangan di dunia pendidikan tinggi. Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Struktural Universitas Pendidikan Indonesia Periode 2025-2030 dilaksanakan di Gedung Gymnasium UPI Jl. Dr. Setiabudhi, No. 229 Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (20/8/25).
Selain itu, UPI bersama Majelis Wali Amanat (MWA) juga menyiapkan program retreat kepemimpinan guna memperkuat soliditas, sinergitas, serta komitmen nilai di kalangan pejabat baru.

Rektor UPI Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., menjelaskan bahwa pembentukan direktorat baru merupakan kebutuhan mendesak seiring dengan perubahan lanskap pendidikan, termasuk pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan transformasi cara belajar mahasiswa.
“Perkembangan AI dalam pendidikan serta pergeseran dari pembelajaran konvensional menuju pembelajaran mandiri berbasis modul menuntut universitas untuk beradaptasi. Karena itu, kita perlu menyiapkan perangkat kelembagaan yang siap menghadapi tantangan tersebut,” tegas Rektor.
Ia menambahkan bahwa pelantikan pejabat baru diharapkan mampu memperkuat kekompakan dan kreativitas dalam menjalankan program kerja universitas. “Harapannya, para pejabat yang baru dilantik semakin kompak, penuh semangat, dan mampu melahirkan kinerja yang inovatif sesuai dengan harapan universitas,” ujar Prof. Didi Sukyadi.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Ketua MWA Komjen Pol. (Purn.) Drs. Nanan Soekarna menekankan bahwa keberhasilan program kerja tidak hanya bergantung pada kecerdasan intelektual (IQ), tetapi juga pada kecerdasan emosional dan spiritual. Oleh karena itu, retreat kepemimpinan akan difokuskan pada penyamaan visi, penguatan komitmen, serta penanaman nilai-nilai kebersamaan.
“Retreat ini bukan soal legalitas atau IQ, tapi soal emotional dan spiritual intelligent. Dengan itu, diharapkan semua pimpinan dapat semakin solid, mengedepankan peran dan tanggung jawab ketimbang hanya status atau kewenangan,” ujar Ketua MWA.
Dalam retreat tersebut, MWA menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu Ary Ginanjar untuk memperkuat emotional dan spiritual cohesion, serta Hermawan Kertajaya, pakar marketing Asia, untuk memberikan wawasan tentang strategi penguatan positioning dan branding UPI di tingkat nasional maupun internasional.
Drs. Nanan Soekarna juga menekankan pentingnya membangun identitas UPI yang khas. “Tidak perlu selalu hebat, yang penting berbeda. UPI harus bisa menegaskan apa positioning dan brand potensialnya, serta bagaimana membawanya ke level yang lebih tinggi,” tambahnya.
Dengan kombinasi langkah struktural berupa pembentukan direktorat baru, pelantikan pejabat baru, serta penguatan nilai melalui retreat, UPI menegaskan komitmennya untuk bergerak seirama, memegang amanah dengan penuh tanggung jawab, serta menjadikan universitas semakin kompetitif dan berdaya saing global. (rizaibrahim/denynurahmat/ratihlatifah/cawaludin)





