
YOGYAKARTA – Merespon isu kesehatan mental di kalangan mahasiswa, Tim Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Sastra dari Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan lokakarya menulis kreatif bertajuk “Sastra Sebagai Medium Terapeutik: Pelatihan ‘Writing for Healing’ Bagi Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta”. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan menulis sebagai sarana untuk mengelola emosi dan menyalurkannya ke dalam medium yang positif.
Lokakarya yang menargetkan mahasiswa S1 UMY yang pernah atau sedang mengalami isu kesehatan mental ini diadakan sebagai respons atas banyaknya mahasiswa yang mengalami depresi. Kegiatan ini diselenggarakan dalam dua sesi selama bulan Agustus 2025, sesi daring pada tanggal 5 Agustus 2025 dan luring pada 15 Agustus 2025 yang dibimbing langsung oleh tim narasumber ahli di bidangnya. Kegiatan ini berhasil menjaring 16 orang mahasiswa, yang 11 di antaranya secara konsisten mengikuti kedua sesi.

Sesi Daring: Pengenalan Konsep dan Penulisan Memoar
Sesi pertama lokakarya dilaksanakan secara daring pada 5 Agustus 2025. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan dengan konsep dan berbagai jenis teks dalam Writing for Healing. Fokus utama dari sesi ini adalah pada teknik penulisan memoar pendek, yang dirancang untuk membantu mahasiswa mengungkapkan perasaan dan pengalaman pribadi mereka.
Sebagai penutup sesi, para peserta diberi tugas untuk menyusun draf tulisan bertema “Life Bytes”, yang berisi memoar mengenai kenangan serta dampak pandemi Covid-19 terhadap pengembangan karakter mereka.
Sesi Luring: Sesi Berbagi dan Komitmen Publikasi Antologi
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi luring yang bertempat di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada 15 Agustus 2025. Sesi kedua ini menjadi ajang bagi para peserta untuk berbagi dan saling memberikan umpan balik (feedback) terhadap draf tulisan yang telah mereka buat.
Momen penting dalam sesi ini adalah adanya pembahasan dan peneguhan komitmen bersama untuk mengikuti proses publikasi dalam bentuk sebuah antologi memoar mahasiswa. Seluruh rangkaian lokakarya dipandu oleh tim narasumber yang terdiri dari Prof. Bachrudin Musthafa, M.A., Ph.D., Dr. Safrina Noorman, M.A., Dr. Nia Nafisah, S.S., M.Pd., Nita Novianti, M.A., Ph.D., Ayu Fitri Kusumaningrum, S.S., M.A., dan Rendila Restu Utami, S.S., M.A.12.
Manfaat dan Luaran Berkelanjutan
Program lokakarya “Writing for Healing” memberikan dampak yang melampaui sekadar pelatihan menulis biasa. Manfaat dan luarannya secara langsung berkontribusi pada penciptaan ekosistem pendidikan yang holistik, sejalan dengan esensi dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4, yaitu Pendidikan Berkualitas.

Lebih dari sekadar pelatihan, lokakarya ini memberikan dampak berkelanjutan yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4, yakni Pendidikan Berkualitas. Para peserta tidak hanya dibekali kemampuan praktis untuk menulis kreatif sebagai medium penyampaian perasaan dalam bentuk memoar dan mengelola emosi secara positif, tetapi juga didorong untuk berkembang dalam lingkungan belajar yang aman dan inklusif. Inisiatif ini menegaskan bahwa pendidikan berkualitas tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada kesejahteraan holistik mahasiswa yang menjadi fondasi utama keberhasilan belajar. Sebagai luaran jangka panjang, direncanakan akan terbit sebuah antologi memoar karya para mahasiswa peserta, yang akan menjadi platform abadi bagi suara mereka, sumber inspirasi, sekaligus portofolio nyata dari keterampilan yang telah mereka peroleh. (Kontributor: Angelita/tim KBK Sastra Inggris)

