Bandung, 10 September 2025 – Mahasiswa Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Hadfina Azra Syahidah, berhasil terpilih sebagai delegasi fully funded dalam ajang internasional bergengsi ASEAN Youth Inter-action and Exploration (YIAE) 2025. Forum pemuda Asia Tenggara ini diselenggarakan di tiga negara sekaligus: Singapura, Malaysia, dan Thailand.

YIAE 2025 diikuti ratusan pendaftar dari berbagai negara dengan seleksi ketat. Dari ratusan kandidat, hanya tiga orang yang lolos tahap akhir, termasuk Hadfina dari UPI, bersama delegasi dari Universitas Hasanuddin dan Universitas Jambi. Seleksi meliputi administrasi berkas, Tes Kompetensi Dasar (TKD), Focus Group Discussion (FGD), dan wawancara.

Sebagai delegasi, Hadfina menjalani serangkaian kegiatan akademik dan budaya. Di Singapura, peserta mengunjungi National University of Singapore (NUS) serta pusat inovasi teknologi. Di Malaysia, kegiatan berlangsung di University of Malaya (UM), International Islamic University Malaysia (IIUM), dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM), serta diskusi di KJRI Penang mengenai diplomasi, perlindungan WNI, dan kerja sama pendidikan.

Agenda utama YIAE 2025 adalah presentasi policy brief yang membahas isu pertanian, keberlanjutan, dan pemberdayaan pemuda. Hadfina dan tim mengusung gagasan pemberdayaan generasi muda untuk menghadapi tantangan urban farming di Asia Tenggara, selaras dengan SDG 2 (Zero Hunger), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), dan SDG 4 (Quality Education).

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa mewakili UPI. Ini bukan hanya kesempatan belajar, tapi juga membangun jejaring dengan pemuda lintas negara dan memperluas wawasan global. Saya yakin pengalaman ini akan menjadi bekal berharga untuk terus berkontribusi bagi Asia Tenggara,” ujar Hadfina.

Selain forum akademik, delegasi juga melakukan eksplorasi budaya di tiga negara, mulai dari kuliner lokal, kunjungan situs sejarah, hingga interaksi dengan mahasiswa internasional. Hal ini menegaskan pentingnya sinergi antara pendidikan, budaya, dan pembangunan berkelanjutan.

Keberhasilan Hadfina menjadi delegasi ASEAN YIAE 2025 memperkuat kiprah mahasiswa FPTI UPI di kancah internasional, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan kapasitas diri, berinovasi, dan berkontribusi bagi pencapaian SDGs.

Konributor: Heni Hernawati