Bandung, 3 September 2025. Museum Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menegaskan perannya sebagai pusat inovasi pendidikan dengan melaksanakan uji coba produk sistem pemesanan tiket nonton online di Hotel Hemangini, Bandung. Uji coba ini menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi digital sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan edukasi berbasis sejarah.

Produk ini merupakan hasil riset tim peneliti Museum Diknas UPI dalam skema Penelitian Hilirisasi Inovasi UPI. Sistem digital ini memungkinkan pengunjung memilih jadwal, memesan tiket, melakukan pembayaran, hingga menonton trailer film sejarah tanpa harus datang langsung ke museum. Dengan cara ini, Museum Pendidikan Nasional UPI berupaya meningkatkan kenyamanan layanan publik, memperluas jangkauan audiens, dan memperkuat daya tarik museum di era digital.

Lebih jauh, inovasi ini memperlihatkan komitmen UPI dalam memperkuat peran museum sebagai pusat edukasi, riset, dan rekreasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Inovasi pemesanan tiket online ini juga menjadi sarana untuk menjembatani kebutuhan generasi muda yang terbiasa dengan layanan digital, sehingga museum tetap relevan dan inklusif bagi masyarakat luas.

Ketua Tim Peneliti sekaligus Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI, Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. menyampaikan bahwa hadirnya sistem ini bukan hanya sekadar inovasi teknologi, melainkan bagian dari strategi hilirisasi penelitian untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Kami ingin riset yang dilakukan di Museum Diknas UPI tidak berhenti pada tataran akademik, melainkan bisa diterapkan secara nyata dan dirasakan manfaatnya oleh publik,” ujarnya

Program ini juga sejalan dengan inisiatif “Berdampak” yang diusung UPI. Melalui program tersebut, setiap penelitian diarahkan agar menghasilkan luaran yang aplikatif dan bermanfaat nyata. Hadirnya sistem tiket online tidak hanya mempermudah pengunjung, tetapi juga menjadi praktik baik pemanfaatan riset bagi peningkatan kualitas layanan publik.

Lebih dari itu, uji coba produk ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui akses edukasi sejarah yang lebih luas, dan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penguatan ekosistem layanan berbasis teknologi.

Acara uji coba ini dihadiri oleh sejumlah anggota tim yang terlibat, diantaranya Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. (Ketua Peneliti sekaligus Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI), Dr. Budi Supriatono Purnomo, S.E., M.M., M.Si. (Anggota Peneliti), Maulana Noor Fajri Al Hajar, M.Pd. (Anggota), Dimas Aldi Pangestu, M.Pd. (Anggota), serta mitra industri dari PT. RMI: Billy Muhammad, Billy Ardiansyah, dan staf museum, Siti Rohimah, S.E. serta Fadilla Febrianty Nitami, S.Pd.

Dengan inovasi ini, Museum Pendidikan Nasional UPI semakin mengukuhkan diri sebagai pusat edukasi, inovasi, dan pelestarian sejarah pendidikan yang tidak hanya menjaga warisan intelektual bangsa, tetapi juga bertransformasi sejalan dengan tuntutan era digital dan target pembangunan berkelanjutan.

Kontributor: Fadilla Febrianty Nitami

Editor: RK